Senin, Januari 25, 2010
SAYEMBARA DESAIN NEW LANDSCAPE in BABEL
P
rovinsi Bangka belitung yang biasa di kenal dengan nama BABEL,menjadi provinsi yang populer semua ini terjadi oleh sebuah novel yang berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang juga menjadi Best-Seller , diterbitkan oleh Bentang pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah di sebuah sekolah Muhammadiyah d pulau belitongi penuh dengan keterbatasan. Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.

Kemudian dilanjutkan dengan mengadaptasi Naskah Laskar Pelangi menjadi sebuah film tahun 2008 yang berjudul sama. Film Laskar Pelangi diproduksi oleh Miles Films dan Mizan Production dan digarap oleh sutradara Riri Riza . Skenario adaptasi ditulis oleh Salman Aristo dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana yang di produksi oleh Miles production.Dan Film laskar pelangi juga mencapai Box-office.



2 pulau yang dulunya bagian dari wilayah provinsi Sumatra Selatan dan kemudian memekarkan diri menjadi provinsi bangka-belitung, Kini mulai berbenah diri, memperbaiki potensi alamnya yang selama ini hanya di keruk hasil timahnya lewat program-program rehabilitasi lingkungan.salah satunya lewat lewat program sayembara DESAIN BANGKA BELITUNG ECO-PARK dengan thema “New Landscape in Ex-Mining Development”.

Yang merupakan kerjasama kolabaorasi antara Sekolah Arsitektur,Perencanaan dan pengembangan kebijakan (SAPPK) ITB, Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI).

Salut untuk penyelenggara yang mengadakan sayembara dengan topik disain lahan-lahan ex-tambang sehingga akan dapat menjadi momentum kebangkitan rehabilitasi semua lahan-lahan pasca tambang di Indonesia khususnya.

Dengan predikat Novel yang Best-Seller dan Film yang Box-Office dapat memicu semangat untuk melakukan sesuatu yang terbaik dengan merehabilitasi lahan-lahan kritis akibat proses penambangan di Provinsi Bangka-Belitung dengan merencanakan sebuah disain reklamasi pasca tambang yang dapat mengembalikan keindahan dan kecantikan bumi bangka belitung.

Untuk jelasnya semua keterangan dapat dilihat di sini www.sayembara-babel.com




Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 21.42 | Permalink | 4 comments