Sabtu, September 08, 2007
JATIDIRI Arsitek lansekap _side B
Tanpa dengan memahami dan mengenal secara mendalam arti dan makna dari dasar filosofi dan kaidah-kaidah Adat Istiadat suatu daerah, bagaimana mungkin sosok seorang Arsitek Lansekap dapat berdiri disampingnya dan menggerakan ‘Mouse’ untuk menciptakan ruang luar yang memiliki indetitas dan paling tidak dapat sedikit mencerminkan nuansa dan ciri khas kedaerahan tersebut, dan jangan berharap terlalu banyak jika hanya dilakukan dengan metode menempelkan corak ragam hias sebagai konsep disain tata ruang luar suatu daerah akan secara otomatis suatu karya perencananaan dapat bernuansakan budaya daerah setempat ,Proses kreasi perencanaan dengan metode demikian hanya berlaku pada dekorasi pesta ratu semalam.


Permasalahannya adalah sosok manusia yang bagaimana dapat memahami dan mengerti sesuatu filosofi dan kaidah ruang luar suatu daerah........???


Jawabannya adalah manusia yang meng-idolakan dan berpengetahuan tentang asal muasalnya budaya dari suatu daerah dan manusia yang terdidik dan terbina sejak dini

untuk dapat tidak sekedar dapat melihat dan memandang bentukan ruang luar suatu daerah / ‘place’,tetapi juga dapat merasakan dengan segala pancainderanya dan menyerap unsur-unsur kebudayaan suatu daerah mulai proses kelahiran hingga kematian manusianya dan segala pernak-pernik kehidupan manusia didaerah tersebut pada saat menjalankan proses kehidupannya didunia.
JATIDIRI ARSITEKTUR LANSEKAP,Kiranya haruslah dimulai dari calon seorang ARSITEK LANSEKAP yang masih bersih pribadi-nya dari berbagai kepentingan , Pembinaan dan pembentukan mental dan karakter untuk memahami setiap ke aneka ragaman karakter ruang luar daerah-daerah di Indonesia haruslah dimulai sejak dini yaitu mulai dari sejak seorang calon mahasiswa/i mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa baru di pendidikan Arsitektur lansekap, Hal ini penting untuk menyeragamkan raga dan jiwa mereka sehingga dapat secepat mungkin 'intim dan kenal' dengan dunia ke-arsitektur-an lansekap dan lepas daripada segala persepsi yang salah tentang ruang lingkup arsitektur lansekap.
Secara teknis dapat diprogram dengan melakukan kegiatan pelatihan dasar jiwa dan raga calon manusia-manusia Arsitek Lansekap dengan program kegiatan selama 1 bulan sampai 3 bulan melakukan anjang-sana ketempat-tempat yang bernuansakan alam natural serta desa/kampung yang masih menyimpan secara kental unsur tradisionalnya , melakukan kegiatan kehidupan keseharian dengan penduduk setempat mulai fajar pagi hingga senja lembayung, dan Di negeri Indonesia banyak tempat-tempat yang dapat dikunjungi seperti Pangandaran , P.Ondrust , Kampung badui, Kampung Naga,kampung Condet .

Proses ini penting untuk dapat mengekalkan jalinan ikatan bathin manusia-manusia Arsitektur Lansekap dengan unsur-unsur dan elemen-elemen budaya dan karakter suatu tempat/place, dan mungkin untuk tempat-tempat kampung tradisional dapat dipilih pada saat-saat upacara kelahiran , kematian, panen, bertanam dsbnya.

Kenapa hal ini harus diutamakan dan terlebih dahulu diperkenalkan kepada calon mahasiswa arsitektur lansekap ? Sebab Ditangan merekalah kelangsungan perkembangan ke-Arsitektur lansekap di Indonesia sepenuhnya bergantung,Jiwa-jiwa muda yang penuh dengan semangat idealisme akan berkreasi dan berekspresi serta dekat dengan perkembangan teknologi-teknologi terbaru.

Didalam usaha untuk membawa mereka dapat mengidolakan dan kenal dengan suatu lingkungan budaya Indonesia mereka mestilah dibina sejak dini sebelum mereka dikenalkan dengan ilmu-ilmu yang akan diajarkan,Sehingga mereka dapat 'kenal dan intim' dengan nada-nada alami, komposisi natural, keharmonisan alam yang seimbang, keselarasan hidup . ( bahasa gampangnya, pancaindera kepekaan untuk memahami dan mengerti ruang lingkup arsitektur lansekap di'buka' yang untuk selanjutnya baru ‘dilatih’ ). Barulah mereka butuh akan peralatan-peralatan untuk membangun suatu lingkungan yang baik karena tanpa wawasan mereka akan hancur secara ide dan konsep. sedangkan Untuk daerah perkotaan (Lansekap Buatan) mereka sudah mengenal dari keseharian hidup dikota mulai dari Lahir hingga Dewasa.

Jika Didalam program pelatihan dasar ini mereka dapat mengenal dan intim dengan elemen dan unsur atau dalam kata lain 'nada-nada lansekap' maka tinggal menjaga ikatan bathin tersebut dengan program ber-ajangsana secara berkala dan menaikan standar tingkatan pada batas level pengertian dan mengidolakan,dan program berkala ini dapat disisipkan didlam setiap kuliah lapangan setiap mata kuliah. Untuk menguji kesadaran akan memahami dan mengerti kaidah-kaidah filosofi suatu daerah 'rural' maupun 'urban' dan alam natural,dapat diadakan program terakhir sebagai senjata pamungkas didalam pembekalan mereka menjalani tugas akhir serta cikal bakal seorang praktisi arsitektur lansekap.

Apa dan siapa yang dapat melakukan program ini dan berwenang? sudah tentu pihak akademis dan pihak organisasi profesi dapat menyiapkan satu team pendidik yang terpadu dan terkait dengan program ini,dan tidak ada salahnya untuk melibatkan personil dari luar yang mungkin punya kemampuan lebih untuk menjelajahi daerah-daerah tertentu dinegri ini
Dan jika timbul kesulitan didalam penyusunan materi program pelatihan dasar ini,dapat dilakukan kerjasama dengan pihak swasta yaitu konsultan-konsultan pendidikan.

Memang harus disadari bukanlah suatu program yang mudah untuk dilakukan Karena terkait dengan segala kepentingan dan pihak yang berwenang tetapi Apalagi yang harus ditunggu?

Teringat akan satu adegan dalam film Lawrence of Arabia, saat Lawrence berhasil menyelamatkan seorang anak yang pingsan dan tertinggal, dia berkata:
” ingatlah satu hal ini; tak ada satu halpun yang tertulis kecuali jika kamu memang menuliskannya”

 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 05.19 | Permalink |


0 Comments: