Senin, November 02, 2009
Green constitution...Konstitusi Hijau


K
Kesadaran mengenai pentingnya persoalan ekologis dari waktu kewaktu terus berkembang, sehingga akhirnya umat manusia menemukan kenyataan bahwa ekosistem kita tidak bersifat local,tetapi juga mondial dan global.Inilah yang terjadi dengan fenomena perubahan iklim dunia ( global climate change) dan kini isu lingkungan hidup menjadi demikian penting untuk di perhatikan karena terkait langsung dengan keberlanjutan hajat hidup manusia di dunia, segala bangsa mulai bersatu dan bersepakat untuk bersama-sama ikut mengendalikan perubahan iklim global ini.
Dewasa ini makin banyak istilah yang dikaitkan dengan kata green ( hijau), seperti green economy, green policy,green politic,green paper, green jobs, green collar jobs, green market, green festival, green infrastruktur ,green building dsbnya.Dan kini istilah green constitution mulai luas diperbincangkan di pelbagai Negara di dunia.

Dan dalam bukunya Green Constitution ; Nuansa hijau dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 , Prof.Dr.Jimly Asshiddiqie, SH Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi mencoba membawa wacana tentang konstitusi hijau (green constitution) dengan segala gagasannya ke dalam ranah bahan bacaan dan pemikiran bagi para mahasiswa, dosen, maupun para peminat pada umumnya di Indonesia untuk memberikan pencerahan dan pendidikan kesadaran lingkungan hidup dalam kaitannya dengan Kedaulatan Lingkungan.

Dalam kata pengantar buku ini , Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi selama 2 periode ini menyatakan bahwa permasalahan lingkungan hidup bukan lagi menjadi permasalahan individu atau satu- dua negara saja, namun telah menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat manusia di dunia.Kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia dapat dikatakan hampir mencapai titik kulminasi tertinggi.Sederet bencana lingkungan yang terjadi hamper seluruh titik episentrum dunia, tidak terkecuali di Indonesia, menjadi bukti yang tidak terbantahkan bahwa antara manusia dan alam sudah semakin tidak bersahabat.



Dalam bukunya Green Constitution yang telah diluncurkan Penulis melontarkan gagasan mengenai pentingnya konstitusi hijau, kedaulatan lingkungan dan bahkan konsepsi demokrasi model baru yang di istilahkan sebagai Ekokrasi ( ecocracy),Istilah ekokrasi (ecocracy) ini dapat dipakai untuk melengkapi khazanah pengertian yang tercermin dalam istilah-istilah Democracy ( kedaulatan Rakyat ) Nomocracy (Kedaulatan Hukum) dan theocracy ( Kedaulatan Tuhan) yang sudah dikenal selama ini.(hal 96)

Istilah ecocracy dapat dikatakan bukan istilah yang sama sekali baru, sejak akhir 1990, istilah ini sudah mulai dilontarkan dalam pelbagai forum dan media massa berkenaan dengan isu lingkungan hidup, demikian pula dengan istilah green constitution yang sudah sejak tahun 1970-an istilah ini sudah sering dipakai untuk menggambarkan keterkaitan sesuatu dengan ide perlindungan lingkungan hidup.

Penulis juga menguraikan pengaturan lingkungan hidup yang dijamin oleh lima negara dalam konstitusionalisasi lingkungan hidup seperti, Portugal (1976), Spanyol (1978), Polandia (1997), Prancis (2006) dan Ekuador (2008). Prancis bahkan merubah preambule konstitusinya dengan memasukkan Environment Charter of 2004. Sedangkan Ekuador menegaskan di dalam konstitusinya bahwa lingkungan hidup memiliki fundamental rights sendiri yang harus disejajarkan dengan hak asasi manusia.

Konstitusionalisasi lingkungan hidup dalam konstitusi Indonesia sendiri sudah dilakukan dalam amandemen UUD 1945, namun tidak banyak pihak yang memperhatikan hal ini secara serius. Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 33 ayat (4) UUD 1945 merupakan bukti bahwa konstitusi Indonesia adalah Konstitusi Hijau (Green Constitution).

Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.”
Hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat serta pelayananan kesehatan yang baik, merupakan hak asasi manusia.karena itu, UUD 1945 jelas sangat pro-lingkungan hidup

Sedangkan Pasal 33 ayat (4) UUD 1945 berbunyi: “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi-berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”
Terdapat 2(dua) konsep yang berkaitan dengan ide tentang ekosistem, yaitu bahwa perekonomian nasional berdasar atas demokrasi ekonomi dimaksud haruslah mengandung prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan..

Didalam bab II ,penulis menguraikan peran Rachel Carson dalam memperkenalkan istilah sustainable development.(hal 26 & hal 134) melalui bukunya silent spring yang terbit pertama kali pada tahun 1962 ,Sedangkan Di Indonesia Istilah ‘ Pembangunan Berkelanjutan “ pertama kali di muat resmi dalam UU. No. 23 tahun 1997 dan perkataan “Berwawasan Lingkungan” justru lebih dahulu muncul yaitu dimuat pertama kali dalam UU. No. 4 Tahun 1982.
Dalam konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) tersebut, proses pembangunan atau perkembangan (development) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk kehidupan.
Semua aktivitas perekonomian dalam masyarakat maupun kegiatan kemasyarakatan pada umumnya, serta kegiatan social budaya dan social politik, tidak boleh hanya mempertimbangkan kepentingan jangka pendek untuk hari ini, jika keuntungan hari ini diperoleh melalui cara-cara atau langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang dapat merusak potensi dan daya dukung alam untuk generasi yang akan datang, maka kegiatan-kegiatan yang dianggap memberi manfaat untuk masa kini itu dapat dikatakan tidak sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, jika hal itu tercermin dalam perumusan kebijakan berarti kebijakan demikian dapat dikatakan bertentangan dengan konstitusi (inkonstitusional), jika hal itu tercermin dalam tindakan-tindakan pemerintahan, maka hal demikian juga dapat dikatakan bertentangan dengan UUD 1945.

Artinya, pada alam diakui adanya kekuasaan dan hak-hak asasinya sendiri yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun ( inalienable rights).alam diakui memiliki kedaulatnnya sendiri. Oleh karena itu, disamping rakyat sebagai manusia yang dianggap berdaulat, alam juga berdaulat.Inilah yang dimaksudkan dengan prinsip Kedaulatan Lingkungan yang juga terkandung dalam UUD Negara republic Indonesia Tahun 1945.dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa UUD 1945 juga merupakan konstitusi yang Hijau ( green Constitution) yang penting disadari dan ditegakan dalam bernegara.

Selain gagasan kedaulatan lingkungan, Prof.Dr.Jimly Asshiddiqie, SH juga menyampaikan gagasan tentang perlunya Indonesia membentuk Komisi Nasional Perlindungan Lingkungan Hidup yang diharapkan memiliki kewenangan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap kejahatan lingungan. Kewenangannya seperti yang dimiliki oleh Komisi Pemberantasan Kosupsi. Tetapi beliau menyampaikan tidak perlu dibuat pengadilan khusus untuk kasus lingkungan. Kejahatan lingkungan ditangani oleh Komisi Nasional Perlindungan Lingkungan Hidup untuk dibawa ke pengadilan umum.

Setidaknya terdapat dua alasan utama menurut penulis betapa konsepsi green constitution dan ecocracy menjadi sangat penting untuk di pahami oleh segenap komponen bangsa indonesia.

Pertama, terhadap kondisi kelestarian lingkungan hidup yang kini teramat memprihatinkan, maka sudah seyogyanya kita meletakan dan memperkuat kembali dasar-dasar konseptual mengenai persoalan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan ( sustainable development) dengan berwawasan lingkungan.

Kedua, Undang Undang Dasar 1945 sebagai the sumpreme law of the land pada dasarnya telah memuat gagasan dasar mengenai kedaulatan lingkungan dan ekokrasi yang dapat disetarakan pula nilai nilainya dengan konsep demokrasi dan nomokrasi. Oleh karena itu, norma-norma hukum lingkungan hidup yang ada didalamnya, secara tegas telah mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan dan kebijakan di pelbagai sektor pembangunan untuk patuh dan tunduk kepadanya.sayangnya, hingga kini belum banyak yang mampu menerjemahkan maksud dan nilai-nilai lingkungan hidup yang terkandung didalam UUD 1945 tersebut.(hal x)




Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 17:08 | Permalink | 0 comments
Jumat, Juli 17, 2009
Posisi Arsitek Lansekap Di Era masa Depan

P
ada suatu seminar profesi arsitek lansekap President IFLA,Martha Fajardo mengatakan:
Landscape Architect is the proffesion of the future,
The future of the proffesion is positive and it in a unique position to deal with the landscape as a agent for the positive change, this future will only be own,if we are prepared!”

Yah, Di era masa depan dunia akan tercipta multi tantangan yang merupakan hasil dari proses pertumbuhan industrialisme dan urbanisme dan Posisi Arsitek Lansekap berdiri tepat pada sisi perubahan dunia tersebut, Saat kinilah waktunya bagi profesi Arsitek Lansekap untuk segera menjemput bola, peluang dan kesempatan untuk memposisikan dirinya sebagai POSISI KUNCI didalam pembangunan perubahan bentang alam yang baru.

Tampak jelas di depan mata, habitat Ekosistem pesisir dan laut semakin rusak dikarenakan Alih fungsi lahan basah secara besar-besaran mengakibatkan krisis ekologi dikawasan pesisir karena telah menghancurkan hutan mangrove yang selain berfungsi bagi habitat biota laut, merupakan pelindung alami pantai dari bencana abrasi akibat terjangan air pasang laut.

Citra pertambangan yang merusak lingkungan,Sifat usaha pertambangan,khususnya tambang terbuka ( open pit mining) selalu merubah bentang alam sehingga mempengaruhi ekosistem dan habitat aslinya yang dalam skala besar akan mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup dan berdampak buruk bagi kehidupan manusia

Tingginya ancaman terhadap keanekaragaman hayati ( biodiversity) Akibat dari penebangan hutan secara besar-besaran dimana gundulnya hutan sebagai habitat flora dan fauna menyebabkan beberapa jenis 90 jenis flora dan 176 jenis fauna terancam punah
,disisilain pelestarian plasma nutfah asli Indonesia belum berjalan dengan baik.

Pencemaran air semakin meningkat, oleh karena limbah industri, pertanian dan rumah tangga sehingga menyebabkan kualitas air permukaan danau, situ dan peariran umum lainnya menunjukan kondisi yang memprihatinkan.

Kesadaran masyarakat yang masih rendah dan penataan ruang yang belum seperti yang di harapkan menyebabkan banjir yang merupakan masalah kompleks yang tidak dapat dianggap sederhana,karena dampak negative akibat banjir sangat merugikan banyak sector,banjir menyebabkan aktivitas perekonomian hampir lumpuh, infrastruktur telekomunikasi dan transportasi terganggu,ancaman penyakit, penyediaan air bersih terganggu,aliran listrik terganggu dan masih banyak efek negative lainnya.



Kualitas udara,khususnya dikota besar semakin menurun yang disebabkan gas buang kendaraan dan industri, kebakaran hutan dan kurangnya tutupan hijau diperkotaan.

Untuk itu sudah selayaknya profesi Arsitek Lansekap ini mendefinisikan perannya di seni bertahan ( the art of survival) dan jangan hanya bertahan pada paradigma kerangka pertamanan Profesi harus dapat meng evaluasikan kembali hubungan antara manusia dan lingkungan di dalam kehidupan masyarakat kota yang baru, global dan Saling keterkaitan serta harus dapat menemukan solusi bagi krisis energi dan lingkungan

Posisi Arsitek Lansekap sudah saatnya untuk memimpin di depan jalan bagi pembangunan kota melakukan perencanaan ( planning) dan Perancangan (design) infrastruktur antara Lansekap dengan lingkungan
Dimana melalui itu lansekap dapat di eksploitasi dan didudukan sebagai medium titik pertemuan antara tanah ( land) manusia (people) dan Spirit

Perlengkapan diri seorang profesi arsitek lansekap dalam menghadapi tantangan tersebut memerlukan; Perhatian yang khusus dan focus terhadap lingkungan hidup dengan melakukan penelitian yang mendalam tentang kompleksitas proses alam dan kehidupan biologi didalamnya, Gemar untuk mendalami kehidupan flora dan fauna asli dalam kehidupan konservasi alam, Tertarik pada sisi pertumbuhan diluar kota ( country side) yang secara tidak langsung terkait erat dan mempengaruhi pertumbuhan perkotaan ( urban side) ,Mengetahui dan mengerti aspek kultural dan sejarah kearifan tradisional dari Budaya setempat, Memiliki apresiasi terhadap proses perencanaan dan perancangan, memiliki kemampuan yang baik dalam komunikasi verbal maupun graphis.

Are You Ready..????








Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 18:03 | Permalink | 1 comments
Jumat, Juli 03, 2009
Sang Waktu Bernostalgia


B
eberapa hari ini Sang waktu mengajak berjalan menelusuri kenangan dimasa lalu dan sang waktu berterima kasih karena adanya ’facebook’ maka sang waktu kembali menjadi barang yang tak ternilai harganya, ’facebook’ merubah kejadian masa lalu menjadi indah untuk di kenang, teman lama dapat di jumpai lagi dan saling ber nostalgia dan cerita yang lucu antara suka dan duka saat waktu kuliah kembali mengisi ruang kehidupan seakan baru kemarin terjadi.
dimana terasa betul bahwa yang abadi di dunia ini hanyalah perubahan , perubahan dari warna rambut yang dulunya gondrong kehitaman kini telah berwarna kebijaksanaan , perubahan bentuk tubuh yang dahulunya langsing dan kini menjadi langsung penuh ke arifan ,yang dahulunya atletis kini berubah menjadi ber bobot kewibawaan,

Sejenak Sang waktu mengajak beranjang-sana ke ruang organisasi profesi arsitek lansekap melihat kerinduan akan masa-masa lalu yang terasa indah untuk di dongengkan kembali, Ruang saat kelahiran organisasi profesi IALI (organisasi Arsitek Lansekap Indonesia ) di bulan februari 1978 ,Ruang dimana Indonesia menjadi Tuan Rumah Kongres IFLA (Organisasi Arsitek Lansekap dunia) di Bali. Dan Sang waktu memperlihatkan perubahan dari wajah organisasi profesi yang dahulunya terlihat eksklusif kini menjadi demikian ramah menjadi tuan rumah yang baik, dan wajah pendidikan arsitektur lansekap yang kini telah membuka diri untuk mengoreksi dan di koreksi demi tantangan profesi arsitek lansekap dimasa depan.
Sekilas tampak Sang waktu tersenyum manis melihat semua itu

Sang waktu seakan ingin menyadarkan dan mengingatkan betapa sia-sianya pohon yang telah tumbuh dengan kerindangan hijau dan memakan waktu yang panjang dengan mudahnya di tebang dalam seketika , sebidang ruang terbuka hijau yang ditetapkan dengan memakan waktu yang demikian panjang dalam berbagai diskusi dan seminar para pakar dipaksa untuk menjadi tempat berdirinya bangunan-bangunan beton, Sia-sianya ilmu yang dituntut selama 5 Tahun perkuliahan dengan tidak aktifnya para lulusan arsitek lansekap untuk berprofesi. Sia-sianya UU jasa konstruksi yang tidak berfungsi secara optimal bagi para kalangan praktisi karena pandangan pesimis dan pasif dalam ber-organisasi.
Sang waktu juga mengingatkan akan tantangan dan kendala profesi arsitek lansekap dimasa depan yang diwarnai demikian pesatnya kemajuan teknologi.

Sambil tersenyum sinis Sang waktu berbisik:” jangan pernah menyia-siakan waktu menjadi barang yang tak berharga,sebuah kejayaan dan kesejahteraan hanya akan tercapai jika pintar mempergunakan waktu”

Kemajuan dan keaktifan keahlian arsitek lansekap di kancah pembangunan tidak hanya dengan mudah dan dengan gampang di gantungkan di pundak para pejabat organisasi untuk menjadikan semua itu nyata karena sang waktu bukanlah milik mereka semata,sang waktu terikat erat pada pundak setiap individu para praktisi arsitek lansekap, merupakan sebuah beban tanggungjawab bagi setiap insan praktisi untuk ikut berperan dan berpartisipasi meningkatkan kinerja keprofesionalan para arsitek lansekap , merupakan sebuah kerugian besar untuk hanya sekedar menunggu tanpa ikut berperanserta secara aktif..

Perlu disadari dan di pahami bahwa waktu yang berlalu tidak akan kembali keruang dalam bentuk seperti sediakala, sang waktu akan tetap berjalan membawa sebuah perubahan baik atau buruk bagi setiap individu arsitek lansekap.Bagi yang melihat waktu merupakan sebuah investasi maka dapat di pastikan ia akan mengalami sebuah perubahan yang baik secara individu maupun secara organisasi akan terbalik jika kehidupan berprofesi menyepelekan waktu maka tanpa disadari perubahan yang terjadi tidaklah seperti yang di kehendaki.

Sang waktu kemudian mengajak keruang masa depan dimana terdapat 2 ruang pararel yang akan terjadi bila kita salah melihat peran sang waktu dalam kehidupan berorganisasi. ada satu ruang dimana sang waktu bukanlah merupakan barang yang berharga, yang tercipta adalah sebuah ruang dimana para arsitek lansekap menjadi sebuah profesi yang akan terhilang dari kehidupan masyarakat dan akan selalu menjadi profesi ’tempelan’ bagaikan perangko pada setiap pembangunan
Diruang yang lain jika sang waktu merupakan aset investasi yang berharga maka akan terciptalah sebuah ruang dimana para praktisi arsitek lansekap menjadi lebih profesional dan menjadi ’panglima’ bagi pembangunan berwawasan berkelanjutan.

Sang waktu mengingatkan perlunya waktu untuk saling bekerjasama, waktu untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan organisasi profesi , sang waktu tidak akan berkompromi dengan sifat keras kepala, sifat arogan dan tidak akan terbeli oleh kelimpahan materialisme, Sang waktu akan gembira dan berarti jika kebersamaan untuk satu tujuan dalam cita-cita peningkatan ke profesionalisme arsitek lansekap indonesia menjadi misi abadi setiap insan praktisi arsitek lansekap.

Bukan saat yang tepat untuk sekedar berpangku tangan dan menunggu keajaiban datang
Terciptanya sebuah ruang dimana arsitek lansekap akan dihargai dan mencapai kejayaan
hanya dengan meletakan semua beban di pundak setiap pengurus organisasi arsitek lansekap ataupun pundak para pendidik ilmu arsitektur lansekap.itu hanyalah sebuah gambaran mimpi semu yang terasa nyaman dalam buaian.dan bila matahari pagi kembali bersinar yang terbit hanyalah penyesalan.

Sudah waktunya semua para praktisi arsitek lansekap menginvestasikan waktu pribadi bagi kehidupan arsitektur lansekap di Indonesia,ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam memberikan masukan kreatif ,pandangan inovatif dan ide-ide brilian bagi kemajuan organisasi keprofesian arsitek lansekap.
Sudah waktunya semua para praktisi arsitek lansekap untuk peduli menyingsingkan lengan baju, saling rapat dalam barisan mengejar ketertinggalan.

Diakhir perjumpaan sang waktu berujar : ” semua ini hanya merupakan pilihan dan pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya sehingga akan berbuah baik”







Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 17:51 | Permalink | 0 comments
Senin, Juni 08, 2009
Situs www.Indonesian landscape architect.com melaju kencang..!!!
H
ari kemaren, Jumat 5 Juni 2009, bertempat di Lotus Room , Gedung Jakarta Design Center ,Slipi-Jakarta .Lembaga Organisasi profesi Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) cabang Jakarta berkerjasama dengan Komunitas Arsitek Lansekap (sebuah lembaga independen) meluncurkan web site www.indonesianlandscapearchitect.com

Meriahnya acara peluncuran situs web ini dihadiri oleh banyak praktisi arsitek lansekap maupun pratiksi dari cabang ilmu teknik lainnya serta dari beberapa media cetak, suatu tanda akan kerinduan sebuah media informasi yang dapat sebagai wadah untuk melepaskan dahaga akan keringnya informasi mengenai sepak terjang para arsitek lansekap dan segala informasi mengenai teknologi bidang arsitektur lansekap di Indonesia.

Situs web ini sebuah media online yang dibangun untuk menghimpun dan mempublikasikan berbagai informasi, berita, kesaksian, komentar konstruktif, bedah buku , mengenai bidang arsitektur lansekap serta perkembangannya di Indonesia maupun di Dunia. Suatu situs yang di bangun dengan semangat juang yang tinggi dari para arsitek lansekap muda yang kreatif yang berperan membangun situs tentang segala sesuatu mengenai bidang disiplin ilmu arsitektur lansekap sehingga mudah diakses tanpa batas waktu, ruang dan jarak.




Menurut keterangan dari ketua dewan pengurus IALI cab.Jakarta, Ir.Bagus Tatang Dewantoro IALI menyatakan bahwa situs ini lebih menekan kepada indenpendensi pengelolaannya dan terfokus untuk meningkatkan situs sebagai pusat media dan informasi bidang arsitektur lansekap maupun kreatifitas para praktisi arsitektur lansekap dalam berkarya, sehingga di harapkan dapat meningkatkan kesadaran para arsitek lansekap untuk aktif dan bersemangat untuk berpraktisi dan menyumbangkan tenaga maupun pemikirannya demi semakin berperan secara aktif dan inovatif bidang arsitektur lansekap dalam implikasinya untuk masyarakat.

Latarbelakang
Peribahasa dahulu kala berbunyi: “Tidak kenal tidak disayang, semakin kenal semakin disayang.” Oleh karena itu situs ini juga berfungsi sebagai media komunikasi, media persahabatan, media silaturahmi. Media mempererat persatuan dan kesatuan para praktisi arsitek lansekap di Indonesia pada khususnya. Sarana bagi para praktisi arsitektur lansekap untuk ‘menyapa’ khalayak dengan lebih membuka diri (profil dan berbagai pandangannya). Sekaligus sarana bagi masyarakat untuk lebih cepat mengenal sosok, pemikiran, bidang kearsitektural lansekap. Sehingga khalayak ramai bisa mengapresiasi dengan tepat ruang lingkup peran dan fungsi seorang arsitek lansekap.

selain itu, situs ini diharapkan berguna tidak hanya untuk generasi saat ini tetapi juga untuk generasi-generasi yang akan datang. Sehingga situs ini diharapkan akan terus dikembangkan menjadi “database online” tentang segala informasi perkembangan, potensi dan kendala bidang arsitektur lansekap di Indonesia..

Jurnalisme Independen
Dan sudah barang tentu sebagai lembaga yang independen diharapkan situs www.indonesianlandscapearchitect.com ini dapat diasuh oleh para jurnalis yang berpikir positif dan menganut prinsip ‘sesuatu yang baik adalah berita baik.’yang lebih menggali dan mengedepankan kebaikan daripada keburukan, kebenaran daripada kesalahan, keberhasilan daripada kegagalan. Jurnalisme kebaikan tanpa kebencian dan dendam.
Jurnalisme pembelajaran yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan jurnalisme independen yang menghargai perbedaan pendapat dan kritik konstruktif ,Jurnalisme kebangsaan tanpa determinasi agama, suku dan golongan.

Sebuah situs www.indonesianlandscapearchitect.com bukan hanya dilahirkan untuk kemudian menjadi bonsai saja tapi sebuah situs hendaklah tetap selalu up-date dengan segala informasi,dia akan hidup dengan makanan maupun minuman informasi – informasi yang aktual situs yang masih kecambah ini cepat atau lambat akan semakin dewasa dan akan melaju kencang berlari mengejar segala ketinggalannya dari situs-situs arsitektur lansekap yang lainnya dari berbagai organisasi profesi di dunia.dan sudah barang tentu peran para praktisi arsitek lansekap di Indonesia sangat akan membantu bila peran aktif dalam memberikan segala informasi-informasi terbaru.

Bagaikan sebuah gambaran puzle, organisasi profesi IALI cab.jakarta dengan segala kekurangannya ingin menghimpun segala masukan maupun pemikiran tentang potensi dan kendala ruang lingkup arsitektur lansekap di Indonesia dari segala para praktisi arsitektur lansekap pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Diharapkan bagian-bagian puzle ide kreatif dan inovatif maupun pemikiran cerdas tersebut yang masih tersembunyi diberbagai tempat dan kelompok ini akan merekatkan diri pada gambaran puzzle dan akan semakin memperjelas akan keberadaan peran dan fungsi arsitek lansekap serta akan memperkaya khasanah keilmuan arsitektur lansekap.

Kelengkapan sebuah gambar puzle memerlukan kesabaran, ketekunan serta ketelitian yang terfokus, dengan motivasi serta komitmen yang teguh pasti suatu saat nanti gambar tersebut akan terpampang dengan jelas.dan sudah barang tentu gambaran tersebut akan berguna bagi semua para praktisi arsitek lansekap.

Bravo bagi pengurus IALI cabang JAKARTA.
Kita nantikan ’suprise ’ yang menarik selanjutnya..!!
Jayalah Arsitek Lansekap Indonesia...!!!!








Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 18:27 | Permalink | 0 comments
10 Langkah menata tujuan SMART
“The successful man is the average man, focused.” - Unknown
D
apat mengatur secara efektif sebuah tujuan agar dapat menjadi pedoman bagi tim perencana arsitek lansekap ataupun organisasi manajemen pelaksana pekerjaan lansekap agar dapat bertindak. Hal ini merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin yang benar. Salah dalam meformulasikan tujuan maka akan memberikan arah tujuan yang salah bagi jalannya roda sebuah organisasi atau gagalnya sebuah proses perencanaan lansekap.

10 langkah ini merupakan adaptasi dari “ National Primary and care trust”
Merupakan langkah yang baik untuk di teladani.

SATU.
Jelaskan dan mengerti tentang perbedaan SASARAN dan TUJUAN, TARGET dan HASIL sebelum memulai. Tujuan dan Target berhubungan dengan KEINGINAN sedangkan sasaran berhubungan dengan RENCANA STRATEGIS. Siapkan beberapa sasaran yang kalian perlukan untuk sukses.

DUA.
SMART merupakan akronim kata yang terdiri dari Spesifik, Measureable,Achievable,Realistic dan Timely


TIGA.
Jangan berusaha untuk membuat pedoman dengan merubah susunan seperti MA/RST


EMPAT.
Dapat diukur atau Measurable merupakan sebuah kondisi yang penting, Kalian akan mengetahui apakah sudah tercapai sasarannya.karena ini merupakan sebuah bukti nyata kemajuan dan kesuksesan Dan orang lainpun juga akan mengetahuinya.


LIMA
Pengertian Achivable terkait erat dengan kata measurable,

Kadang-kadang tidak ada titik awal start pada saat memulai pekerjaan yang kalian tahu tidak akan terselesaikan.

Bagaimana supaya dapat sebuah tujuan dan sasaran sesuai dengan daya dukung?
- Tujuan dan sasaran dapat diukur

- Angota tim dapat segera mungkin menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar( hal itu
dilakukan sebelum terselesainya tugas pemimpin atau yang lainnya)

- Jika secara teori hal tersebut mungkin

- Mempunyai sumber daya dukung atau paling tidak dapat melakukan perubahan atau
improvisasi ketersediaan daya dukung.

- Kalian dapat memprediksi keterbatasan


ENAM.
jika hal itu dapat dicapai belum tentu itu realistis,akan tetapi jika itu tidak realistis hal tersebut tidak akan tercapai.


Kalian harus mengetahui:

- Siapa yang akan melakukannya?

- Apakah mereka mempunyai kemampuan dan keahlian untuk hal terebut?

- Darimana datangnya sumber dana ?

- Siapa yang akan membawa tanggung-jawab tersebut.


Realistis adalah mengenai faktor daya dukung manusia/waktu/dana/peluang.

TUJUH
Alasan utama sasaran bisa tercapai (achievable) tetapi tidak realistis ini tergantung kepada tingkat prioritas utama, kadang sesuatu hal perlu dilakukan terlebih dahulu (diutamakan) sebelum mencapai kesuksesan.Jika terjadi demikian, cobalah menyiapkan 2 (dua) atau lebih prioritas sasaran


DELAPAN
Kesuksesan bersembunyi didalam detil spesifik.kalian akan mengetahui sasaran sudah spesifik atau tidaknya jika:


- Setiap orang yang terkait mengerti secara jelas peranannya masing-masing.

- Setiap orang yang terkait dapat memahami dan mengerti secara jelas ruang lingkup
kerjanya (job desk)

- Tujuan harus bebas dari jargon-jargon basi yang menjemukan

- Kalian dapat mendefinisikan semua pedoman yang menjadi petunjuk /guidelines

- Pergunakan bahasa optimis yang dapat menimbulkan aspirasi dan motivasi


SEMBILAN.
Batas waktu mengatur ketepatan jadwal batas akhir,dan kalian harus dapat menjadi bagian dari itu. Jika tidak maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan terwujud.akan tetapi penetapan jadwal batas akhir hendaklah realistis,Atau Program akan terhenti karena tidak sesuai dengan kapasitas pendukung.


T haruslah merupakn M,dan R,dan S tanpa keterkaitan ini semua sasaran tidak akan menjadi suatu prioritas utama

SEPULUH.
Ini harga dari upaya yang telah dilakukan ! Kamu tahu bahwa kamu akan dapat menyelesaikan tugas secara baik dan begitupun yang lain




Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 18:19 | Permalink | 0 comments