Kamis, Oktober 30, 2014
Billing Rate versi INKINDO 2013
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 02.08 | Permalink | 0 comments
Billing Rate versi kementerian PU
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 01.29 | Permalink | 0 comments
Jumat, September 26, 2014
Bertemu ADRIAN ZECHA di Bali
S uatu peristiwa yang tak terduga dan tak pernah mimpi untuk hal ini terjadi, tepat di akhir bulan September sore hari, di club house lounge Bali National Golf Club di Nusa Dua Bali, akhirnya saya dapat bertemu langsung bertatap muka dengan ADRIAN ZECHA si ‘living legend’ dan pendiri dari AmanResort group, jaringan hotel resort bertaraf internasional yang memiliki ciri khas serta keunikan dari setiap produk hotel resortnya.

Kaget…perasaan deg-degan, senang, semua bercampur aduk pada saat di perkenalkan dan dapat bersalaman dengan idola saya seorang maestro hotel resort ini, Adrian zecha berbaju putih santai , berkacamata hitam dan tidak pernah ketinggalan sebatang cerutu ditangannya. Impresi pertama terhadapnya, beliau seorang yang ramah dan tetap segar meskipun di usia 81 [  lahir tahun 1933 ), saking gugupnya sampai lupa untuk minta foto bareng , momen yang tak akan terulang kembali sampai sampai kacamata baca kesayangan ikut terlupa jatuh entah dimana , saking kegirangan , tapi sudahlah yang penting sudah dapat bertemu dengan sang idola.

Seorang yang dari zaman saya kuliah di Fakultas Arsitektur Lansekap sudah menjadi inspirasi dan berpengaruh sekali bagi saya untuk menyenangi disain Hotel Resort, Andrian zecha bagi saya sosok seorang ‘dosen imajiner’ yang mengajari kuliah tentang resort, segala pengetahuan mengenai Amanresort dan Andrian Zecha saya dapatkan mulai dari mengumpulkan setiap artikel di majalah dan saya kliping ,hingga era internet dimana lebih mempermudah untuk mendapatkan literature perkembangan Amanresort.
Melalui literature tersebut saya mempelajari kiat kiat perencanaan setiap produk AmanResort dengan segala kelebihannya di mulai dari Amanpuri di Phuket Thailand hingga produk Amanresort the Setai.
 

Dan setelah 20 Tahun akhirnya saya dapat berjumpa , berjabat tangan dengan Adrian Zecha sang idola yang tanpa sadar sudah mempengaruhi saya dalam setiap perencanaan masterplan hotel resort yang saya rancang saat berpraktisi. 

 Matahari sore Di Lounge Bali National Golf Club ,Nusa Dua terasa lebih indah dan nyaman di hari itu , dan terasa sekali lagu band GreenDay wake me up when September end ‘ mengalun indah…hari yang takkan terlupakan .

Sekilas tentang
Andrian zecha lahir tahun 1933 merupakan keturunan campuran Indonesia dan cheko, bersekolah di universitas columbia lulus dengan predikat summa cum laude , setelah lulus kembali ke asia bekerja sebagai jurnalis tahun 1961 di majalah Time dan kemudian meluncurkan majalah Asia Mingguan ,dan akhirnya terbentur masalah "cencorship matter ” beliau pensiun dari bidang jurnalis.

Pada mula bisnisnya, di tahun 1972 Adrian zecha bermitra dengan Georg Rafael dan Bob Burns merupakan pendiri Regent International Hotel limited.

Tahun 1986 zecha menjual US $ 30 juta saham kepemilikannya kepada four season, ditahun yang sama mr.zecha bergerak di bisnis property membentuk holding investasi dengan membeli regent bangkok, hotel dorchester dan dijual kepada sultan brunei.

Awal Mulanya berdirinya Aman resort dimulai saat di tahun 1986 Andrian Zecha mencari lokasi untuk pendirian rumah peristirahatan di Phuket dengan gaya syle Bali, dengan menggunakan jasa seorang arsitek srilangka Geoffrey Bawa villa tersebut dibangun , dikarenakan permasalahan mahal dan susahnya pengadaan air untuk villa tersebut maka di buatlah beberapa villa sehingga biaya pengadaan air bisa terbagi, beberapa tahun villa villa tsb beroperasi tanpa mempunyai nama maupun logo dan hingga kini Amanresort tidak memiliki logo , cikal bakal Amanresort lahir.

Tahun 1990 zecha mendirikan Amanresort bersama rekan bisnisnya Tahun dilalui dengan segala permainan curang oleh rekan bisnisnya dan zecha dilucuti dari kepemimpinan

Maret 2001 zecha kembali memimpin dan menjalankan bisnis aman resort senilai US$ 165 Juta

Kini aman resort berjumlah 26 resort luxury di 18 negara.
Silahkan kunjungi webnya www.amanresort.com

Di Indonesia AmanResort berada di:

Amanjiwo – Jogjakarta

Amanusa – Nusa Dua bali

Amankila - Karang Asem-Bali

Amandari - Ubud - Bali

Amanwana – Pulau mojo Lombok

Selain itu Amanresort tersebar  berada di Thailand, Srilangka,China,Maroko,USA dll dengan keunikan bentuk arsitektur resort .silahkan melihat di web www. amanresorts.com

Proses pendekatan zecha setiap membangun sebuah produk hotel resort langsung datang kelokasi kemudian mempertimbangkan biaya, ketersediaan material barang dan segi kemanannya.

 “Lokasi itulah yang memberitahu saya,apa yang akan saya lakukan, bukan sebaliknya,beberapa orang (pengusaha) datang kelokasi mengubah dan merusaknya.menurut saya kalau Anda menyukai sebuah lokasi, kenapa harus diubah bentuknya”

Disain sebuah hotel Resort harus sesuai dengan lokasi resort ,Kesederhanaan dan peka terhadap kultur setempat dan lingkungan, dapat menyajikan pengalaman yang tak terlupakan, santai, tanpa stress dan unik. Sebuah hotel resort harus dapat dirancang sebagai rumah pribadi selama liburan dengan memperhatikan ruang besar melingkupi sebuah villa, dan keberadaan villa tidak lebih dari 40-50 unit.
Hal ini terlihat pada setiap hotel AmanResort akan terlihat kosong meskipun kondisi penyewa penuh / full booked.

Banyak Arsitek yang bekerjasama dalam merancang bangunan Amanresort, seperti Ed Tuttle, Kerry Hill dan lain lain

 “ Kemewahan adalah hasil pengalaman bukan suatu produk “ Adrian zecha

 Jika produk anda dalam kategori masal,anda harus menjualnya pada level yang mampu dibeli konsumen.Tapi jika produk dalam jumlah terbatas,anda tidak bisa menciptakan uang kecuali dengan harga tinggi, demikian formula yang saya pelajari dari Andrian Zecha

Zecha sangat anti iklan dan publikasi yang berlebihan yang menurutnya cenderung hiperbolis,lebih percaya akan iklan dari mulut ke mulut ( word of Mouth) sehingga tak salah jika tercipta kelompok ‘Amanjunkies’ yang tergila gila dengan setiap produk Amanresort.

Kabar terakhir di tahun 2013, Adrian zecha tidak lagi menjadi CEO group Amanresort dan telah melepaskannya ke Vladislav Doronin, seorang miliader berkebangsaan rusia.

Akan tetapi seorang Adrian zecha telah menjadi the living legend untuk bisnis hospitality bertaraf internasional . seorang yang dengan formulanya membuat jaringan resort bertaraf internasional tanpa meninggalkan artifak kebudayaan lokal dimana hotelnya berada.

Dan beliau tetap menjadi seorang ‘guru’ dan penggerak motivasi bagi saya untuk menyukai perencanaan hotel resort dan selalu mencintai pekerjaan ini.

Dan tetap menunggu karya karya Adrian Zecha selanjutnya.

Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 12.40 | Permalink | 2 comments
Jumat, Februari 21, 2014
Top 10 Aplikasi IPAD untuk Para Arsitek lansekap
H ari ini Ipad merupakan sebuah kelengkapan bagi seorang arsitek dan boleh dikatakan Ipad merupakan gabungan dari keseluruhan ‘tool’ yang biasanya ada di sebuah studio arsitek, mulai dari meja gambar, rak lemari arsip dokumen proyek,sample portfolio,kamera dll .

Tapi bagaimana kita dapat menemukan aplikasi ipad yang terbaik buat kita gunakan dari ratusan ribu aplikasi yang tersedia di app store?

Untuk menghemat waktu dan lebih mudah, saya sudah mengumpulkan beberapa aplikasi ipad yang saya sudah uji coba dan sangat berguna sekali untuk meningkatkan produktifitas dan kreatifitas sebab kita tidak dapat menduga kapan ide datang, dan aplikasi aplikasi dibawah ini cukup untuk corat coret ide ataupun konsep saat lagi ‘hang out’ bersama kolega dan tentu sebuah stylus merupakan kelengkapan dari semua itu.

 1.Tayasui sketches 

Aplikasi ini menyediakan peralatan gambar yang sangat akrab dengan kita sebagai arsitek lansekap . baik secara bentuk ' tool' maupun keragamannya.
Sketsa graphis adalah suatu hal yang paling menyenangkan bagi kita seorang arsitek dan pada saat bertemu klien ,kadangkala kita perlu membuat sketsa atau program proses rancangan dalam bentuk graphis secara cepat untuk menginformasikan keinginan klien dan maksud dari konsep perancangan yang sedang kita diskusikan.

Review : http://www.tayasui.com/tayasui/SketchesApp.html 
Harga ; gratis
Versi pro ; Rp 39,000
System ; iOS 6 or later.

 2.Morpholio / Morpholio trace 




Aplikasi ini memberikan suatu kemudahan dalam melakukan design awal pada sebuah tapak, karena dilengkapi dengan layer layer yang bertumpuk atau kita mengenalnya dengan sistim 'super-impose' yang dulu sering dilakukan pada saat melakukan analisa tapak dengan menumpukan kertas kalkir secara berlapis lapis diatas peta existing tapak.kini hal itu dapat dilakukan dengan mudahnya lembar lembar analisa topografi , hidrologi, vegetasi existing dll akan terpadu dalam satu sistem aplikasi.

Review: http://www.morpholioapps.com/trace/ 
Harga ; gratis
System ; iOS 5 or later

 3.Sketchbook (iOS) 

Aplikasi ini dirancang oleh Autodesk memberikan seorang arsitek lansekap kebebasan dalam membuat zonasi ruang ataupun schematic design,keunggulannya kita dapat mengimpor gambar peta yang tersimpan di galeri photo. Program ini memungkinkan kita menggunakan berlapis layer untuk membuat coretan konsep analisa tapak. Uji coba dengan memakai aplikasi ini sangat memuaskan dan berhasil membuat konsep sematik masterplan secara utuh.


Review: http://www.autodesk.com/products/sketchbook-pro/overview 
Harga ; gratis
Versi pro ; RP 49.000
system ; iOs 6.0 or later

 4.Sketch rolls 

Seorang arsitek lansekap tentu akan menyukai aplikasi graphis yang satu ini ,
kenapa ? 
karena lembar kertas yang disediakan memanjang dalam format ‘landscape’ demikian unik lembaran tersebut sehingga kita dapat melakukan coretan graphis secara berurutan tanpa harus beralih ke lembar yang lain sebanyak 5 lembar , sehingga untuk menggambar denah potongan dan sketsa bias dilakukan dalam satu lembar kertas. Latar belakang kertas disediakan kotak kotak bergaris , kertas kosong dan berjajar

Review   ; http://sketchrolls.com/ 
Harga      ; Gratis
Versi pro ; Rp 19.000
System    ; iOS 4.3 or later 

5.Penultimate 




Aplikasi penultimate dari evernote ini memberikan kita bagaikan memiliki sebuah buku catatan dengan keunggulan mata pena yang lebih tajam, halus dan lebih alami dan tentu saja menggunakan stylus. dengan berbagai macam kertas sebagai latar belakang mulai dari kertas kosong, kotak kotak maupun bergaris.

keunggulan lainnya kita bias mengimpor gambar /image dari galeri photo dan menempelkannya di lembar tersebut saya menggunakan aplikasi ini lebih sering untuk mengingatkan material pilihan dan image dari contoh detail konstruksi ataupun sumber inspirasi supaya tidak lupa dan terselip.

Review; http://evernote.com/penultimate/ 
Harga ; Gratis
System ; iOS 5.1 or later

 6.adobe ideas 


Aplikasi ini dapat mengimpor peta tapak dari gallery photo yang kemudian kita dapat membuat coretan coretan untuk analisa, konsep ataupun zonasi ruang hampir sama dengan aplikasi yang diatas, hanya kemudahan dalam menyimpan hasil sketsa atau rencana bisa dalam bentuk JPG atau PDF

Review   ;https://itunes.apple.com/us/app/adobe-ideas-vector-drawing/id364617858?mt=8 
Harga      ; Gratis
System    ; iOS 5.1 or later

 7.concept;smarter sketching 

Aplikasi ini memudahkan dalam setiap rencana pembuatan denah lansekap ataupun sketsa pada setiap proyek yang kalian tangani.
dengan mengimpor peta jpeg dari galeri foto, kita dapat langsung melakukan tindakan perencanaan.

Review; http://concepts.tophatch.com/
Harga ; free
Versi pro ; Rp 49.000
System ; iOS 5.0

 8.Autocad 360

Setiap arsitek pasti mengetahui program autocad dan untuk aplikasi ipad AutoCAD 360 dapat menjadi pilihan aplikasi demi aspek efisiensi, dapat digunakan menggambar dan merancang dan juga memungkinkan Anda untuk melihat, mengedit, dan berbagi gambar AutoCAD dimanapun dan kapanpun.
 Survey lapangan tidak perlu lagi membawa peta dalam bentuk lembaran kertas, cukup membawa ipad saja. aplikasi yang berguna , dapat berbagi gambar dengan orang lain di dekstop, web, dan perangkat mobile. 

Review   : http://www.autodesk.com/mobile-apps 
Harga     ; gratis
Versi pro: Rp 49.000
System   ; 6.0 or later

 9.Paper by fifty three  


Hampir sama dengan aplikasi yang lain, aplikasi ini sangat membantu untuk melakukan coretan ide awal dengan peralatan ‘tool’ yang terlihat dalam bentuk nyata sehingga memudahkan memilih alat gambar.
Aplikasi ini merupakan yang terbaik di tahun 2012. Perbedaanya adalah kalian tidak cukup sekedar membeli versi pronya saja, akan tetapi aplikasi ini menjual elemen penunjang lain secara terpisah untuk menunjang kelengkapannya.

Review; http://www.fiftythree.com/paper 
Harga   ; gratis
System ; iOS 6 or later

10. iDraw 

Aplikasi desain yang kuat berisikan fitur vektor dan aplikasi ilustrasi. Idraw menggunakan vector , teks,garis ,bentuk dan banyak fitu yang menarik.kemampuannya untuk mengubah garis pinsil secara ‘freehand’ kedalam garis jalur yang di edit.
 iDraw’s memiliki layer seperti photoshop lengkap dengan ‘opacity’ dan berbagai efek lainnya.

Review: http://www.indeeo.com/idraw/
Harga  :Rp 89.000
System : iOS 5.1.1 or later

Banyaknya pilihan aplikasi ipad akan membuat kalian bingung memilih mana yang terbaik dan bergunan untuk di pakai, alangkah baiknya jika kalian menggunakan dulu versi gratisnya, setelah cocok dan merasa bermanfaat maka barulah membeli versi pronya.

Memang banyak pilihan aplikasi ipad yang mungkin lebih baik , akan tetapi beberapa aplikasi diatas ini sering saya gunakan selama berpraktisi sebagai arsitek lansekap dan sangat bermanfaat untuk tetap berkarya. Sudah barang tentu aplikasi diatas lebih diutamakan untuk keperluan graphis masih banyak lagi aplikasi  ipad lain untuk keperluan lainnya.



Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 23.33 | Permalink | 1 comments
Kamis, Februari 20, 2014
Bye-Bye pen, paper and camera
S ebagai seorang praktisi arsitek lansekap yang berkarier sebagai 'Indipedent Consultant' saya merasakan perubahan yang dratis, yang dahulunya berkarya menggunakan Meja gambar A0 merk Mutoh , kertas kalkir dan rapido berubah secara dratis hingga saat kini yang lebih banyak mengunakan kemajuan teknologi komputer lewat berbagai macam software graphis, bagi perencanaan masterplan hotel resort yang menjadi fokus ke praktisian yang saya tekuni selama ini.

Awal pertama mempergunakan PC 'personal computer' dengan program windows bagaikan kiamat di siang bolong, bagaimana tidak? Kemampuan graphis tradisional secara freehand yang selama ini sudah terlatih dan sudah terbiasa mesti berubah 360 derajat dengan mempelajari ketrampilan mempergunakan software graphis yang belum pernah di pelajari sebelumnya.

Tanpa menunda-nunda dengan membuang waktu, mulailah di pelajari semua software graphis yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitekur lansekap mulai dari software Autocad, corel, photoshop hingga sketch-up berikut vray . Cara belajar secara otodidak lewat media buku buku terjemahan yang di jual di toko buku dan juga banyak belajar dari tutorial yang ada di google , capek memang karna harus memulai dari awal lagi tapi sebuah perjalanan seorang konsultan independen tetap harus meng ' update' diri menjadi taruhannya.


Alhasil semua software tersebut dapat di pelajari dan di pratekan secara baik selama ribuan jam ,Hasilnya tidak mengecewakan hal tersebut terlihat dari berbagai proses perancangan proyek hingga presentasi sketsa 3D dapat disampaikan mempergunakan medium komputer , sayangnya berbagai peralatan rapido,spidol marvy dan meja gambar mutoh dipesiunkan dini.

Meskipun untuk pencarian ide maupun konsep tetap saja masih mempergunakan kemampuan ‘freehand’ untuk corat coret di kertas.

Setelah kemampuan meningkat dan mulai mengerti potensi kendala penggunaan komputer ,saya mulai beralih untuk mempergunakan laptop sebagai sarana penunjang ke praktisian, mulai dari proses marketing jasa konsultan hingga presentasi awal konsep maupun presentasi hasil final perancangan sebuah proyek, semua dilakukan hanya berbekal sebuah laptop disertai sebuah infocus sebagai sarana penunjang presentasi.

Terlihat perbedaannya dari sudut pandang klien yang terpana melihat hasil sketsa maupun presentasi yang ‘ high tech’ meskipun kebiasaan lama tetap saja berlaku, total fee design tetap ditawar dan revisi tetap berkali kali.

Dan kini dengan munculnya Ipad sebuah kecanggihan produk mac yang terbaru, hampir setiap saat Ipad menjadi teman sejalan yang paling setia, kemanapun jalan kepraktisian sebagai arsitek lansekap menuju , Ipad tak pernah ketinggalan untuk ikut serta. 

Tidak perlu membawa Peta lokasi dengan ukuran A0, tidak perlu membawa buku referensi tebal yang berisikan contoh hotel resort,Tidak perlu lagi membawa portfolio A3, tidak perlu membawa kamera untuk dokumentasi tapak,bahkan tidak perlu membawa pinsil mekanik dan kertas kosong lagi. Segala isi kantor seakan bertransformasi menjadi kecil dan masuk didalam sebuah Ipad dan tidak pusing nyasar cari alamat klien. 

Bagaimana Tidak? 

Menuju alamat pertemuan supaya tidak nyasar mempergunakan aplikasi Maps  , saat bertemu klien, portfolio bisa dilihat langsung di web, Blog ,You Tube atau Vimeo, jika pun ada proyek khusus yang ingin diperlihatkan ,bisa di tonton dalam bentuk movie lewat aplikasi WMV player, dimana sudah tersimpan beberapa proyek unggulan dibuat dengan media final cut pro

Untuk corat coret konsep atau ide selama bertemu klien saya mempergunakan aplikasi sketchbook pro dan morpholio dengan keungulan layer yang dimilikinya dibekali sebuah stylus. tidak ada kertas dan pensil yang digunakan dan semoga hutan tetap bisa lestari.

kemudian hasil pertemuan yang berisikan informasi, kebutuhan maupun image-image acuan tersimpan di aplikasi evernote, terakhir program LogMeIn membuat saya dapat memasuki desktop utama jika ada yang tertinggal di kantor untuk diperlihatkan ke klien 

Serta yang paling penting draft kontrak sdh tersiapkan di dalam aplikasi Ibook dan mengirimkannya via aplikasi Pdf Reader ke email klien atau ke laptop klien via Bluetooth dan tinggal menunggu persetujuan klien akan proposal kontrak dapat di lihat di email sambil minum kopi di starbuck.

Dari semua kecepatan dan ketepatan mempergunakan teknologi canggih, yang sama adalah terlihat pada hasil karya jika dilaksanakan , baik atau tidaknya sebuah hasil perencanaan, hasil nyata ditapak tetap menjadi barometer kesuksesan seorang konsultan independen.

seperti kata orang bijak dibawah ini.

 You can’t do better design with a computer, but you can speed up your work enormously.

- Wim Crouwel

Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 01.49 | Permalink | 0 comments