Selasa, Juni 10, 2025
Menghidupkan Jiwa Tapak: 5 Pendekatan Unik Merancang Resort Berbasis Sense of Place

 

Bayangkan ketika anda menginap di sebuah resort yang tak hanya indah dipandang mata, tapi juga terasa akrab, menyentuh rasa, dan seperti berbicara diam-diam kepada jiwa Anda. Tempat yang membuat Anda ingin diam sejenak, menutup mata, dan menarik napas dalam karena terasa begitu "pas".Artinya resort seperti ini bukan sekadar dirancang untuk difoto, tapi untuk dirasakan, dikenang, bahkan dirindukan. Itulah kekuatan dari pendekatan desain berbasis sense of place.

Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi 5 (lima) Pendekatan Unik Merancang Resort Berbasis Sense of Place, yang saya pelajari dan kembangkan selama bertahun-tahun dalam merancang resort. Ini bukan rumus atau teori baku, tapi lebih seperti lima lensa perspektif untuk melihat tapak dengan cara yang lebih dalam dan manusiawi. Mari kita mulai satu persatu:

1. "Menanamkan Jiwa Tempat"

Setiap tapak punya cerita. Ada yang pernah menjadi ladang palawija, tempat upacara adat, atau sekadar tanah yang tiap pagi disapu embun dan diterpa angin gunung. Saat kita merancang resort, kita tak sedang menciptakan tempat baru akan tetapi kita sedang menambahkan bab baru dalam cerita yang sudah lama berjalan di tapak tersebut.

Menanamkan jiwa tempat berarti menghormati narasi lanskap. Bisa dimulai dari yang sederhana: mengikuti arah aliran air, mempertahankan pohon tua, atau menyesuaikan bentuk bangunan dengan kontur alami. Tapi lebih dari itu, ini tentang menyelaraskan desain dengan rasa tempat itu sendiri. Kadang, jawabannya tidak datang dari sketsa awal di drawing book A3, tapi dari duduk diam di tapak, mendengarkan suara jangkrik, atau berbincang dengan warga lokal.

Resort yang memiliki jiwa tempat tidak terasa asing. Ia seperti rumah kedua yang belum pernah kita kenal sebelumnya.

2. "Kapital Ruang"

Di dunia properti, kita sering berbicara tentang nilai lahan dan return of investment. Tapi ada satu jenis kapital yang sering luput dari perhitungan: kapital ruang. Ini adalah potensi unik dari sebuah tapak yang bisa dikonversi menjadi nilai pengalaman dan komersial.

Misalnya, sepetak tanah di ujung tebing dengan pandangan langsung ke laut bukan hanya cantik—itu adalah ruang dengan kapital visual tinggi. Atau sebuah lembah kecil yang tenang bisa menjadi lokasi ideal untuk spa atau meditasi. Dengan mata yang peka, kita bisa mengenali kekuatan-kekuatan tersembunyi ini.

Kapital ruang bukan soal luas atau lokasi strategis, tapi bagaimana ruang itu bisa menghadirkan momen tak terlupakan dan disain perencanaan yang tepat akan mengangkat nilai itu, bukan sekadar memoles tampilan.

3. "Bahasa Tanaman dan Materi"

Coba ingat kembali resort paling berkesan yang pernah Anda kunjungi. Apa yang Anda lihat? Wangi bunga flamboyant di pagi hari, bunga kamboja disenja hari? Lantai kayu tua yang berderit lembut saat diinjak? Dinding batu alam yang terasa dingin dan kuat?

Tanaman dan material adalah bahasa yang digunakan lanskap untuk berbicara kepada kita. Memilih vegetasi lokal bukan hanya soal ekologi, tapi juga soal rasa dan memori. Begitu juga dengan material: batu dari sungai terdekat, kayu dari hutan yang lestari, atau bahkan keramik buatan perajin desa.

Dengan bahasa ini, kita menciptakan cerita. Kita menanam makna. Dan tamu yang hadir tidak sekadar melihat keindahan, tapi menyerap rasa tempat itu ke dalam ingatan mereka.

4. "Aktivasi Ruang Emosional"

Resort bukan hanya tempat tidur dan kolam renang. Ia adalah panggung tempat emosi manusia bermain. Dalam satu hari, seorang tamu bisa merasa kagum, lega, damai, bahkan terharu.

Tugas kita sebagai perancang adalah menyiapkan skenario itu. Misalnya, lorong menuju villa yang perlahan menyempit, memberi rasa penasaran dan kejutan. Atau tempat duduk di bawah pohon besar yang seolah memeluk dan melindungi dari hiruk-pikuk dunia.

Aktivasi ruang emosional berarti mengajak manusia merasa, bukan hanya beraktivitas. Kita ciptakan momen untuk bernafas lega, merenung, atau sekadar merasa hadir sepenuhnya di sini dan sekarang.

5. "Harmoni Tak Terlihat"

Ini bagian yang paling sering tak disadari tapi sangat terasa: kenyamanan alami. Resort yang nyaman tidak harus selalu dingin karena AC atau hening karena insulasi buatan. Kadang, kenyamanan sejati datang dari hal-hal yang hampir tak terlihat.

Pohon yang ditanam strategis bisa menghadirkan bayangan alami. Tanaman penghasil fitonsida seperti cemara atau kayu putih bisa meningkatkan kualitas udara dan memperbaiki suasana hati. Jalur angin yang dijaga bebas hambatan bisa membuat area outdoor tetap sejuk tanpa kipas.

Desain yang baik seharusnya bekerja diam-diam. Ia tidak mendominasi, tapi mendukung ritme alami tapak dan tubuh manusia. Itulah harmoni tak terlihat yang membuat tamu betah berlama-lama tanpa tahu persis kenapa.

Penutup: Membangun Tempat, Bukan Sekadar Proyek

Kelima pendekatan ini bukanlah metode instan. Ia membutuhkan waktu, empati, dan keberanian untuk tidak terburu-buru. Tapi hasilnya bukan sekadar resort yang indah di brosur, melainkan tempat yang hidup, punya napas, dan mampu menyentuh batin manusia.

Desain yang berhasil bukan yang membuat orang berkata "wow" saat pertama kali datang, tapi yang membuat mereka tak ingin pulang.

 

“Beranilah merancang dengan rasa, bukan hanya data. Karena tempat yang punya jiwa, tak akan pernah kehilangan makna.”

 

 


Label: , , , , ,


Read more!
 
posted by smartlandscape at 16.12 | Permalink | 0 comments
Selasa, Mei 27, 2025
Mengukir Jiwa Bangsa di Bundaran HI: Sebuah Ode untuk Arsitektur Lanskap

 

Bayangkan sebuah kota yang bernapas, yang bercerita, yang hidup melalui ritme air, cahaya, dan budaya. Bayangkan Jakarta, jantung Indonesia, tempat jalanan berdetak, lampu berkedip, dan mimpi-mimpi bangsa lahir. Di tengahnya berdiri Bundaran HI, di mana Bundaran HI bukan sekadar persimpangan jalan raya , tapi panggung di mana ideologi, sejarah, dan kreativitas bersatu. Saya, seorang arsitek lanskap , berdiri di panggung itu, bukan untuk menata taman, tapi untuk mengukir jiwa bangsa melalui desain yang berani, penuh makna, dan abadi. Ini bukan cerita tentang keresahan , tapi tentang kebanggaan menjadi arsitek lanskap, tentang api kreativitas yang tak pernah padam, dan tentang tekad untuk menunjukkan bahwa ilmu kami adalah denyut nadi peradaban.

 

Menyulam Simfoni di Jantung Jakarta

Dua dekade lalu, saya dipercaya merancang ulang lanskap Bundaran HI kesempatan ini diberikan oleh Dinas Pertamanan DKI dan saya didukung oleh pihak sponsor swasta yaitu PT.Mitra Indra Buana, Kita mengetahui semua bahwa Landmark yang lahir dari visi Ir. Soekarno, sang arsitek Indonesia modern adalah sebuah Kawasan Bundaran HI dengan Tugu Selamat Datang, secara simbolik  kolamnya sebagai yoni dan tugu menjulang sebagai lingga identic dengan simbolik dari tugu Monumen nasional, Kawasan Bundaran HI adalah sambutan hangat bangsa kepada dunia. Ketika kesenpatan itu datang kepada saya sebagai Arsiotek Lanskap,saya ingin lebih, Saya ingin Bundaran HI bernyanyi, menari, dan berbicara bukan sekedar hanya menjadi sebuah Landmark kota yang kaku dalam skala monumentalnya saja, saya ingin air mancurnya menjadi puisi, lanskapnya menjadi manifesto, setiap sudutnya mencerminkan jiwa Indonesia. Saya ingin Indonesia melihat: arsitektur lanskap bukan bayang-bayang arsitektur bangunan, bukan sekadar “tukang taman”, akan tetapi kami adalah pencipta ruang, penutur budaya, pengukir identitas.


Maka, saya melahirkan konsep thema  “Gerak, Warna, Suara”,yang timbul karna analisa  patung selamat datang terkesan kaku statis, sedankan keberadaannya ada ditengah pusat dinamika kota Jakarta, thema “gerak,warna dan suara” itu di implementasikan lewat mengatur efek dan tata letak semburan menjadi  sebuah simfoni air mancur yang tak hanya memukau mata, tapi menggetarkan jiwa. Saya merancang formasi air mancur menjadi lima formasi yang menjadi penanda waktu bagi kota Jakarta disumbu jalan protocol MH.thamrin dan Sudiman Jakarta, sekaligus Lima Formasi air mancur yang masing-masing menyuarakan lima sila Pancasila, ideologi yang digali Soekarno untuk menyatukan bangsa., Ini bukan sekadar desain—ini adalah teriakan bahwa arsitektur lanskap bisa menangkap esensi Indonesia:

1.     Selamat Pagi Jakarta: Semburan Air mancur dengan efek Kabut embun yang lembut membelai kota dengan sinar mentari pagi bias menciptakn warna Pelangi, seakan menandakan ucapan Salam Selamat Pagi bagi penghuni kota  dan juga  melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Seperti doa pagi, formasi ini membawa kesejukan, mengingatkan bahwa iman adalah fondasi bangsa.

2.     Selamat Siang Jakarta: Dilambangkan dengan semprotan Jet air menjulang vertikal, penuh kuasa, mencerminkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ini adalah semangat kerja, keadilan, dan martabat manusia di puncak hari.

3.     Selamat Sore Jakarta: dilambangkan dengan Lengkungan air saling merangkul, diterangi kilau matahari senja kota yang memberikan efek bias pada titik air mancur warna keemasan,sebagai simbolik menyuarakan Persatuan Indonesia. Senja menjadi pelukan hangat yang menyatukan suku, agama, dan budaya.

4.     Selamat Malam Jakarta: Dilambangkan dengan efek Air mancur berbentuk jamur dalam formasi melingkar, bercahaya dengan uplighting, melambangkan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan. Ini adalah musyawarah malam, di mana kebijaksanaan menerangi demokrasi.

5.     Selamat ber-Hari Minggu Jakarta: dilambangkan dengan harmoni semua formasi, bergerak dengan tinggi-rendah saling mengisi, bersuara dan berwarna, merayakan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hari libur menjadi pesta kebersamaan, cerminan cita-cita Pancasila.

Setiap semburan adalah sila, Setiap gerakan adalah cerita, Setiap kilau adalah Indonesia. Saya ingin Bundaran HI menjadi penanda waktu yang hidup dan bukan berpedoman hanya pada jam dinding kota yang kaku, tapi air mancur yang bernyanyi tentang ritme kehidupan Jakarta, dari embun pagi hingga gemerlap malam.

Menancapkan Budaya di Setiap Inci

Baca selengkapnya »

Label: , , , , ,


Read more!
 
posted by smartlandscape at 23.16 | Permalink | 0 comments
Kamis, Mei 22, 2025
Dialektika Keabadian dan Ruang-Waktu: Menemukan Manifesto Pribadi dalam Arsitektur Lanskap




Dalam proses penciptaan ruang, saya percaya satu hal yang mendalam: arsitektur lanskap bukan hanya tentang menyusun elemen fisik—tetapi tentang menghadirkan wadah bagi dialog abadi antara keabadian dan ruang-waktu. Inilah esensi dari penciptaan sejati. Sebuah ruang yang hidup, bukan karena bentuknya semata, tetapi karena energi yang mengalir di dalamnya—menghubungkan manusia, alam, dan lingkungan dalam satu tarikan napas kosmik.

Awalnya saya hanya ingin memahami filsafat dialektika. Tapi semakin saya menyelami, saya mulai melihat bahwa setiap rancangan lanskap yang baik adalah arena tempat kontradiksi bertemu: permanen vs sementara, alam vs buatan, spiritualitas vs kebutuhan fungsional. Dan dari ketegangan itu, lahirlah bentuk, makna, dan kehidupan.

Perlu disadari, bahwa arsitektur lanskap bukan hanya estetika; ia adalah medan pertukaran energi. Ruang mencipta energi. Energi membentuk dinamika. Dinamika itulah yang menghidupkan ruang, menjadikannya relevan dan bernyawa. Harmoni, bagi saya, bukan tentang kedamaian abadi tetapi juga tentang keseimbangan aktif antara suplai dan demand energi yang terus berubah. Seperti alam semesta: tak pernah statis, tapi selalu berlaku dalam harmoni yang dinamis.

Dari pemikiran ini lahirlah gagasan untuk membangun manifesto desain pribadi. Bukan sekadar gaya atau genre, melainkan keyakinan hidup dari sebuah fondasi konseptual yang menjadi acuan etis, estetis, dan praktis dalam berkarya. Manifesto ini bukan hanya alat presentasi, tapi juga strategi positioning. Ia bisa menjadi identitas brand, pembeda di mata klien, dan bahkan bahan bakar untuk kapitalisasi ekonomi kreatif.

Kini, saya bertanya: apakah pemikiran ini cukup sebagai tesis dari akibat pengalaman berkarya ? Apakah saya siap untuk jenjang level pengalaman berkarya  berikutnya? Jawabannya bukan sekadar “ya”—tetapi saya harus. Karena saya tahu, pemikiran ini bukan hanya milik saya. Ia lahir dari dialog panjang dengan semesta, dari refleksi batin, dan dari keinginan kuat untuk menciptakan ruang yang benar-benar hidup.

Manifesto Desain Pribadi

Misi Desain Lanskap Saya: "Saya percaya bahwa desain lanskap bukan hanya tentang menciptakan ruang yang indah, tetapi juga tentang menghubungkan manusia dengan alam, waktu, dan sejarah. Melalui setiap proyek, saya berkomitmen untuk menciptakan ruang yang mengundang refleksi, pertumbuhan, dan pengalaman yang mendalam. Saya percaya pada dialektika harmoni antara keabadian dan perubahan, dan bagaimana desain dapat menjembatani keduanya."

Prinsip Desain Utama Saya:

  1. Keabadian yang Bersifat Dinamis
  2. Penghormatan terhadap Alam dan Ruang
  3. Keterbukaan terhadap Perubahan
  4. Penciptaan yang Bermakna
  5. Harmoni Antara Manusia dan Alam

Pendekatan Kreatif dalam Proses Desain: "Proses desain selalu dimulai dengan refleksi mendalam terhadap tempat dan konteks. Saya berusaha menangkap ‘jiwa’ dari tempat itu mulai dari sejarah, budaya, dan dinamika alamnya dan dalam setiap langkah, saya menghadapi ketegangan antara yang abadi dan yang berubah, antara ide-ide besar dan realitas praktis."

Visi untuk Masa Depan: "Visi saya adalah menciptakan ruang yang tidak hanya bermanfaat bagi generasi sekarang, tetapi juga menginspirasi dan memberikan warisan bagi generasi mendatang. Dengan desain yang berkelanjutan, saya berkomitmen untuk menciptakan ruang yang mempertahankan keseimbangan alam, memberi dampak positif terhadap masyarakat, dan menciptakan pengalaman yang akan dikenang sepanjang waktu."

Pernyataan Akhir: "Sebagai seorang desainer lanskap, saya terus berusaha untuk merancang ruang yang lebih dari sekadar tempat, tetapi juga sebuah pengalaman yang berbicara kepada hati dan pikiran. Dengan setiap desain, saya berharap untuk menciptakan ruang yang mengundang kedamaian, rasa keterhubungan, dan keabadian dan semua itu didapatkan jika kita berbicara dalam bahasa waktu dan ruang."

Manifesto desain memiliki fungsi yang sangat penting, bukan hanya sebagai panduan pribadi dalam berkarya, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang efektif dalam memperkenalkan diri Anda mahasiswam intelektual alademik dan kaum praktisi sebagai perencana atau perancang Arsitektur Lanskap. Mari kita urai secara jelas dan mendalam apa manfaat manifesto untuk Anda:

Mengapa Manifesto Itu Penting untuk Anda?

Baca selengkapnya »

Label: , , , , ,


Read more!
 
posted by smartlandscape at 18.45 | Permalink | 0 comments
Sabtu, Mei 03, 2025
Scope Creep: Musuh Halus dalam Proyek yang Besar

 




“Dalam dunia desain arsitektur lanskap, scope creep adalah seperti akar liar di bawah taman taman formal: tidak terlihat, tapi bisa merusak struktur secara perlahan.”

Sebagai praktisi perencana dan perancang arsitektur lanskap selama lebih dari tiga dekade, saya sudah melihat berbagai bentuk perubahan dalam proyek: yang disepakati, yang disepakati setengah hati, dan yang tidak pernah disepakati tapi tetap kita kerjakan.

Di dunia kami yang setiap waktu bergelut dalam proses perencanaan dan perancangan masterplan, khususnya dalam arsitektur lanskap berskala besar seperti taman kota, kawasan resort, maupun pemulihan lahan pasca tambang, mahluk scope creep ini  bukanlah  sekadar istilah tetapi melainkan bahaya nyata yang sering menunggu kesempatan untuk masuk dalam setiap proses pelaksanaan kontrak konsultan.

Apa itu scope creep?
Secara sederhana, scope creep adalah meluasnya pekerjaan proyek di luar batas yang sudah disepakati dengan dan atau tanpa perjanjian biaya tambahan dan waktu yang jelas. Biasanya hal ini datang dari kalimat-kalimat  “cuma tambahin ini sedikit”, “boleh revisi satu kali lagi?”, atau “klien butuh visual tambahan untuk pitching minggu depan”.

Jadi sebaiknya anda selalu ingat dan cipta kondisi jika berhadapan dalam situasi;

                 🛑 Red Flag (Waspada Scope Creep Jika…)

  • Klien sering meminta “hal kecil” di luar kesepakatan awal.
  • Ada banyak diskusi informal tanpa catatan tertulis.
  • Tim internal mengerjakan revisi tanpa perintah atau persetujuan resmi.
  • Tidak ada waktu tambahan tapi pekerjaan makin melebar.
  • Budget tetap, tapi hasil kerja yang diminta bertambah.

Awalnya terdengar tidak berbahaya, tapi ketika “tambahan kecil” itu dikalikan 5 (lima) zona resort, ditambah 3 (tiga) stakeholder yang berbeda, lalu diminta sebelum minggu depan harus selesai dengan tanpa biaya tambahan, maka jangan menyesal jika anda sedang kehilangan kendali proyek.

Oleh karna itu dilakukan Tindakan evaluasi dampak sebelum menyetujui perubahan, dan jika ternyata  Anda tidak bisa mengukur dampaknya, perubahan dan permintaan tersebut jangan di lakukan.

“Kontrak yang ambigu tidak jelas adalah undangan terbuka bagi kesalahpahaman. Dan kesalah-pahaman adalah cara paling elegan scope creep menyelinap masuk.”

Kenapa Scope Creep Terjadi?

Baca selengkapnya »

Label: , , , , , ,


Read more!
 
posted by smartlandscape at 03.22 | Permalink | 0 comments
Jumat, Mei 02, 2025
Dongeng Lanskap Nusantara: Kisah yang Berbisik di Denyut Nadi Bangsa




"Di negeri ini, tanah bukan sekadar pijakan, ia adalah kenangan yang tumbuh, luka yang menyembuhkan, dan harapan yang berakar dalam diam."

Di sebuah negeri yang diselimuti kabut pagi, di antara gunung-gunung yang membentang seperti raksasa tidur dan sungai-sungai yang berkelok seperti untaian sutra perak, hiduplah seorang pemuda bernama Raka. Ia adalah anak seorang penjaga hutan kerajaan, dan sejak kecil, ia telah terbiasa berlarian di bawah pepohonan raksasa, mendengar suara dedaunan yang berbisik dalam bahasa yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang mencintai tanah ini.

Suatu hari, kakeknya memanggilnya duduk di bawah sebuah pohon beringin tua yang berdiri megah di tengah alun-alun desa.

“Raka, dengarlah baik-baik,” ujar sang kakek sambil menepuk tanah dengan telapak tangannya yang kasar, penuh jejak waktu.

“Kau pikir tanah ini hanya sekadar tanah? Tidak, Nak… ini adalah kitab yang ditulis oleh leluhur kita.”

Raka mengernyit. “Kitab?”

Sang kakek tersenyum, matanya memandang jauh ke masa lalu yang tak terlihat. “Di sini, di bawah pohon ini, nenek moyang kita dulu berkumpul, mendiskusikan bagaimana membangun taman yang indah bagi para raja. Di hutan sana, mereka merancang pematang sawah yang bisa mengalirkan air seperti urat nadi dalam tubuh manusia.

Mereka tidak menyebutnya ‘arsitektur lanskap’, tetapi mereka telah melakukannya—karena alam bagi mereka bukan sekadar ruang, tetapi bagian dari jiwa mereka.”

Raka mengusap tanah di bawahnya, seakan mencoba membaca huruf-huruf tak terlihat yang tertulis di sana.

“Lalu… kenapa sekarang orang-orang berkata bahwa ilmu ini datang dari negeri jauh? Apakah leluhur kita tidak mengetahuinya?”

Angin sore berembus lembut, membawa suara burung yang kembali ke sarangnya. Kakeknya menghela napas panjang.

“Dunia berubah, Nak. Suatu hari, kapal-kapal besar datang, membawa orang-orang yang berbicara bahasa yang asing. Mereka menggambar garis-garis lurus di atas tanah kita, membangun taman-taman yang tampak rapi namun terasa asing.Mereka menyebutnya ‘arsitektur lanskap’. Dan orang-orang kita mulai lupa… bahwa sebelum itu semua ada, kita telah lebih dulu berbicara dengan tanah, dengan air, dengan angin.”

Raka menggigit bibirnya. “Jadi, apakah itu berarti ilmu ini bukan milik kita?”

Sang kakek menggeleng, lalu dengan tangannya yang berkerut, ia mengambil segenggam tanah dan menggenggamnya erat.

“Bukan begitu, Nak. Ilmu ini bukan sesuatu yang asing. Ia bukan barang baru yang dicangkokkan ke dalam hidup kita. Ia adalah bagian dari kita. Kau tahu, seperti darah yang mengalir di tubuhmu, seperti ingatan yang diwariskan dari kakek buyutku ke ayahku, lalu kepadaku, dan kini kepadamu. Ini bukan sesuatu yang datang dari luar—ini adalah sesuatu yang telah ada dalam diri kita, bahkan sebelum kita sadar bahwa ia ada.”

 Raka memejamkan mata. Dalam keheningan, ia mendengar suara angin yang berdesir di antara batang-batang pohon, suara air yang menari di sungai, dan langkah kaki leluhurnya yang pernah berjalan di tanah yang sama. Saat ia membuka mata, ia melihat lanskap di sekelilingnya dengan cara yang berbeda. Ini bukan hanya tanah. Ini adalah cerita. Ini adalah nyawa.

"Sebelum tanah ini dijadikan tapak kekuasaan, ia lebih dulu menjadi tempat berdoa. Sebelum disebut 'arsitektur lanskap', ia telah menjadi puisi yang ditulis dengan angin, air, dan waktu."

Maka, di hari-hari berikutnya, Raka tidak hanya berjalan di tanah itu—ia mulai membacanya, mendengarnya, merasakannya. Ia tahu, tugasnya bukan sekadar menjaga pohon atau sawah. Ia harus menjaga ingatan. Ia harus menjaga jiwa tanah ini, agar tak pernah hilang, agar tak pernah terlupakan.

Karena tanah ini bukan sekadar tempat berpijak. Ia adalah bisikan leluhur. Ia adalah denyut nadi bangsanya. Ia adalah lanskap yang harus tetap hidup dalam setiap anak negeri.

Lanskap di Nusantara bukan sekadar ruang yang berubah seiring waktu. Ia adalah jejak peradaban, kisah yang tak terputus, dan cerminan jiwa bangsa. Sejak zaman kerajaan, saat hutan-hutan dipahat menjadi taman keraton, hingga era modern di mana lanskap dipadatkan oleh beton, selalu ada benang merah yang menghubungkan manusia dengan tanahnya.

Lanskap adalah sejarah yang hidup—ia tidak diam dalam buku-buku akademik, tetapi berdenyut dalam ingatan kolektif masyarakat. Ia mengalir dalam cerita rakyat, terselip dalam legenda, dan tertanam dalam praktik budaya yang diwariskan turun-temurun. Dalam naungan pepohonan rindang atau di antara batu-batu candi yang ditumbuhi lumut, ada bisikan masa lalu yang tetap berbisik kepada kita—bahwa hubungan manusia dan lanskap bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul, melainkan telah terjalin sejak leluhur kita pertama kali menjejakkan kaki di bumi Nusantara.

Romantisme dalam lanskap tidak hanya berbicara tentang estetika ruang, tetapi tentang cinta dan keterikatan manusia dengan tanah airnya. Sebuah pohon tua di tengah desa bukan hanya sekadar pohon, tetapi saksi bisu pertemuan dua sejoli, tempat perayaan panen, atau titik awal perjalanan seorang anak yang kelak menjadi pemimpin. Sebuah sungai yang mengalir di antara perkampungan bukan hanya sekadar sumber air, tetapi juga jalur perdagangan, tempat bermimpi para nelayan, dan kisah yang tak pernah berhenti diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam perjalanan bangsa, lanskap telah mengalami perubahan drastis. Dari lanskap alami yang sakral di zaman kerajaan, kolonialisasi yang membawa pendekatan geometris dan kekuasaan, modernisasi yang mendistorsi nilai-nilai lokal, hingga era kontemporer di mana kita mulai mencari kembali identitas kita yang hilang. Namun, di balik semua transformasi ini, esensi lanskap Nusantara tetaplah satu: ia adalah identitas kita, bagian dari DNA budaya kita, dan warisan yang harus kita jaga.

Maka, memahami arsitektur lanskap Indonesia bukan hanya soal belajar tentang taman atau ruang terbuka, tetapi tentang mengenali diri kita sendiri sebagai bangsa yang tumbuh bersama alamnya. Jika kita ingin membangun lanskap masa depan, maka kita tidak boleh melupakan akar-akar yang telah memberi kita kehidupan sejak dulu.

"Arsitektur lanskap bukan tentang membentuk ruang, melainkan tentang mengizinkan ruang menyentuh kembali nurani kita yang nyaris punah."

Dan seorang mahasiswa baru, duduk di barisan depan, menatap tulisan yang baru saja ditorehkan oleh dosennya: “Arsitektur Lanskap: Sebuah Ilmu yang Terlambat Dikenal.”

 

Label: , , , , , , ,


Read more!
 
posted by smartlandscape at 04.10 | Permalink | 0 comments
Jumat, April 25, 2025
Blog Ini pernah Sunyi. Kini Ia Bernyanyi Lagi.

 

 


"Kata-kata Tak Pernah Mati, Hanya Menunggu Kita Pulang"

Setelah sekian musim berlalu—tanpa jejak kata, tanpa jejak makna—aku akhirnya duduk kembali di hadapan layar monitor komputer ini. Sunyi. Hening. Tapi ada yang bergetar. Sesuatu yang lama terpendam di antara pori-pori waktu, mendesak keluar seperti mata air yang tak kuasa lagi ditahan bebatuan. Ini bukan sekadar tentang menulis. Ini tentang kembali. Tentang kerinduan yang diam-diam tumbuh subur meski tak pernah benar-benar kusadari.

Dulu, aku menulis di blog ini seperti menanam taman rahasia, setiap paragraf adalah kelopak, setiap jeda adalah embun yang menempel di ujung daun pagi. Di sinilah aku pernah jatuh cinta pada kata, pada cerita, pada kemungkinan. Tapi entah sejak kapan, taman itu kutinggalkan. Aku sibuk, aku jenuh, aku terlalu banyak alasan. Hingga perlahan, blog ini menjadi rumah kosong yang hanya dikunjungi oleh bot mesin pencari, bukan oleh hati yang mencari arti.

Namun hari ini, sesuatu berubah.

Ada semacam desir yang halus namun membakar. Barangkali karena aku merindukan percakapan yang jujur antara aku dan dunia, atau mungkin karena aku mulai menyadari bahwa tak semua yang tak terlihat berarti mati. Blog ini masih hidup. Ia menungguku dengan kesetiaan yang tak berteriak, tapi terus menyalakan lampu di beranda. Ia tidak marah karena kutinggalkan. Ia hanya diam, dan itu lebih menusuk daripada kemarahan mana pun.

Aku kembali bukan karena tuntutan, bukan pula demi algoritma. Aku kembali karena ingin. Karena rindu. Karena aku tahu, kata-kata yang tak dituliskan akan tumbuh jadi hantu di dalam dada.

Menulis di blog bukan lagi soal trafik atau jumlah pembaca. Ini soal menyusun kembali jiwaku yang tercecer. Ini tentang mengarsipkan napas, detak, dan gemetar hidup sehari-hari agar tak hilang begitu saja. Setiap tulisan akan jadi jejak—bukan untuk dikenang orang lain, tapi untuk kukenang sendiri di masa depan, saat mungkin aku kembali lupa siapa aku.

Maka izinkan aku menyalakan api lagi di tungku ini. Mungkin baranya masih kecil, tapi ia hangat. Dan aku percaya, bara kecil yang ditulis dengan cinta bisa menyalakan semesta dalam diri siapa pun yang membaca.

Aku kembali, Blog. Maaf karena sempat melupakanmu. Tapi lihat, aku pulang membawa seluruh rindu yang tak sempat kutulis dulu. Mari kita mulai lagi. Dengan semangat. Dengan romansa. Dengan keyakinan bahwa kata-kata masih bisa menyelamatkan kita dari sunyi yang terlalu dalam.

Karena sejauh apapun aku pergi, menulis akan selalu jadi rumahku.

Label: , , , ,


Read more!
 
posted by smartlandscape at 21.09 | Permalink | 0 comments
Selasa, Desember 12, 2017
Kiat memilih Kontraktor Taman yang tepat.
Merancang sebuah taman pada sebuah ruang halaman di sebuah rumah bukanlah sesuatu hal yang sulit, akan tetapi hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah, seperti sebuah kalimat arif 

“Just because it’s simple doesn’t mean it’s easy“  

dapat disimpulkan pembangunan sebuah taman perlu kehadiran kontraktor taman yang memiliki kemampuan dan ketrampilan tidak hanya dapat menata halaman dengan komposisi dari berbagai jenis varietas tanaman lengkap dengan bunga indah beraroma, akan tetapi juga bisa menciptakan sebuah karya taman akan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan disain yang diinginkan serta dapat memprediksi mudah atau sulit perawatannya, dan yang point terpenting mempunyai rasa tanggungjawab terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman pada taman tersebut .

Sebuah taman adalah perpaduan yang harmonis antara elemen “softmaterial” dan “hardmaterial” , kelompok tanaman dalam taman yang hidup dan berkembang, mereka akan tumbuh besar, berbunga ,tua dan mati sehingga aspek perawatan sebuah taman setelah selesainya kegiatan pembangunan sebuah taman  perlu menjadi  prioritas  pertimbangan pada saat taman itu sedang dalam tahap perencanaan.

Faktor ini sering dilupakan para peminat taman atau sengaja terlupakan oleh para kontraktor taman sehingga pembangunan sebuah taman hanya akan terlihat indah pada saat mulanya saja, setelah beberapa bulan dan tahun, taman yang tadinya begitu indah dengan kolam air terjunnya akan terlihat tidak tertata dengan baik dikarenakan air kolam air mancur yang selalu berubah menjadi berwarna hijau dan sering bocor, beberapa tanaman ternyata tumbuh besar melebihi dari segi proporsi ideal tumbuhnya sehingga merusak komposisi yang semula cantik, beberapa tanaman ternyata kering daunnya dan cenderung mati dikarenakan kesalahan pada saat meletakan tanaman tersebut pada area yang seharusnya dihindari untuk ditanam tanaman jenis tertentu, beberapa pohon palem yang di beli dengan harga jutaan rupiah cenderung mendekati kematian dikarenakan kesalahan pada saat pengangkatan tanaman tersebut dari pusat nursery  tanaman hias ke area posisi lubang tanam.

Belum lagi kerugian dari sisi fungsi arsitektur bangunan, dimana komposisi tanaman pada sebuah tanaman tidak selaras dengan gaya bentuk arsitektur sebuah rumah, kadang malah komposisi tanaman menutup pandangan pada façade rumah dan kadang malah menutupi sudut pencahayaan pada jendela rumah serta membuat aliran udara tidak terdistribusi dengan baik kearah dalam rumah,dari sisi estetika dan fungsi komposisi taman tidak dapat memenuhi kebutuhan ruang bagi  pemilik dan pengguna taman tersebut dan tidak dapat mencerminkan kepribadian pemilik rumah maupun keselarasan  style bentuk arsitektur rumah.



Pada pembangunan sebuah taman peran seorang perancang taman ataupun kontraktor taman sangat menentukan kehidupan ekologi  dan keasrian dari taman tersebut di masa yang akan datang, bertumbuhnya jumlah peminat taman untuk memiliki sebuah taman pada rumahnya disambut dengan menjamurnya para kontraktor taman yang menawarkan jasa untuk melakukan pembangunan taman tersebut, hingga kadang ada kontraktor taman yang dengan sengaja memberi gratis harga jasa sebuah disain taman demi untuk mengejar minat para klien untuk menggunakan jasanya untuk melaksanakan pembangunan taman tersebut.

Padahal dalam arti sebenarnya tidak ada yang gratis dalam pembangunan sebuah taman, harga disain itu akan diambil kemudian dari sisipan harga setiap item biaya pekerjaan pelaksanaan taman dan biaya  pembelian elemen taman, Cuma bedanya jika diajukan didepan seakan membebankan klien tetapi jika diambil nanti pada pelaksanaan akan tidak terasa beban tersebut kadang ada kontraktor nakal yang dengan sengaja memilih tanaman hias yang sebenarnya sudah ada lama di nurserinya karena tidak laku untuk dijadikan komoditi material disain pada taman dengan bujukan mempengaruhi klien peminat taman dengan kalimat tanaman itu sedang ‘trend’ , tanaman tersebut seperti yang ditanam dirumah pejabat ‘anu’ atau cocok dengan bentuk arsitektur rumah klien padahal sebenarnya tidak , sehingga kontraktor tersebut dapat meraih keuntungan lebih dari harga jual tanaman tersebut.

Dilain sisi ada kontraktor taman yang sekedar tahu dan ahli dalam bidang tanaman dengan cepat mengklaim dirinya sebagai perencana/penata  taman demikian pula dengan para kolektor tanaman yang mempunyai sebuah lahan pembiakan tanaman ( nursery) dengan cepat juga mengklaim dirinya sebagai perencana taman yang profesional. Hal tersebut bukan tidak diperbolehkan, memang sah-sah saja untuk dan bagi setiap orang dapat membangun sebuah taman mulai dari peminat (hobbiest) tanaman hias , seorang kolektor tanaman hias hingga para pekerja pembangunan sebuah taman mengklaim bisa membuat taman. Akan tetapi tanggungjawab keberadaan sebuah situs taman dapat tumbuh bersanding dengan selaras dengan bentuk gaya arsitektur bangunan  dan selaras secara ekologis dengan lingkungan sekitar haruslah disertai dengan pendidikan akan pengetahuan serta wawasan dari pengalaman yang memakan waktu.

Keanekaragaman tingkah laku para kontraktor taman tersebut mewajibkan bagi para peminat taman untuk lebih teliti dalam menyeleksi para kontraktor yang akan di percayakan untuk merancang dan membangun taman miliknya sehingga dapat meminimalis kekecewaan estetika pada taman yang telah sudah terlanjur di bangun.

Beberapa tips ini dapat membantu anda dalam memilih kredibiltas seorang perancang atau kontraktor taman yang akan anda gunakan jasanya.

1.Siapakan outline dari keinginan dan kebutuhan anda tentang taman yang akan anda ingini.

Biasanya kontraktor taman atau perancang taman yang profesional telah menyiapkan draft pertanyaan dan melakukan wawancara terhadap anda untuk mengetahui segala keinginan dan kebutuhan anda terhadap taman yang akan dibangun.

Akan tetapi untuk lebih memudahkan anda dan memperpendek waktu wawancara ,Buatlah sebuah catatan pada sehelai kertas secara garis besar mengenai hal-hal yang menjadi pertimbangan anda :

  •  Bentuk dan Gaya taman yang diingini (sertai dengan gambar pada majalah atau buku referensi bentuk taman yang anda senangi )
  •  Dimana dan Bagaimana rupa dan gaya kolam air terjun yang diinginkan ?
  •  Apakah perlu sebuah gazebo sebagai ruang untuk santai keluarga atau area untuk tempat bar-b-que di area taman?
  • dimanakah letak titik air siraman pada taman karena hal ini berkaitan dengan panjang dari selang air siraman atau memungkinkan sistim penggunaan jaringan springkel?
  • Apakah perlu sebuah ornamen elemen seni atau fountain air mancur ?
  •  Apakah perlu sebuah kandang anjing atau kandang bagi binatang peliharaan lainnya?
  •  Perlukah sebuah jalan sirkulasi bagi tindakan pemeliharaan dan perawatan taman ? karena jika tidak dirancang kadang jejak langkah kaki pada setiap penyiraman tanaman akan mengeraskan tanah dan mematikan rumput yang tumbuh.?
  •  Warna bunga ataupun aroma dominan yang anda inginkan ada di taman?
  • Apakah perlu  tanaman khusus dengan varietas tanaman obat atau sayur?
  • Apakah perlu sebuah lokasi untuk tanaman koleksi anda?


2.Undang lebih dari satu kontraktor taman atau perancang taman terlebih dahulu untuk mempresentasikan karya-karya mereka sebelumnya.

Ada baiknya mengundang beberapa perancang taman dan  kontraktor taman untuk memberi kesempatan kepada mereka mempresentasikan karya-karya mereka yang telah dibangun.dengan tindakan ini anda dapat merekam cara kerja dan gaya disain mereka apakah sesuai dengan keinginan dan selera anda dan bisa melihat keahlian dan kemampuan mereka dalam pembuatan disain sebuah taman.
Anda dapat melakukan perbandingan terhadap cara pembayaran, cara pembuatan kontrak pelaksanaan dan tanggungjawab perusahaan kontraktor setelah taman tersebut selesai dibangun, kadang kontraktor akan hanya memberikan jaminan atau garansi tanaman itu tumbuh tetapi tidak akan garansi taman tersebut tumbuh sesuai dengan disain yang disetujui.

3.Lakukan ketelitian terhadap Portfolio mereka.

Jangan tertipu dengan bentuk penampilan bagus atau tidaknya sebuah portfolio akan tetapi teliti dengan isi dari portfolio tersebut.

·    Teliti portfolio para kontraktor taman atau seorang perancang taman, apakah betul setiap foto atau image yang ada disana merupakan hasil karya mereka,dikarenakan ada beberapa oknum kontraktor dengan sengaja menempelkan hasil karya orang lain. Dan lebih teliti mengamati latar belakang pendidikan ,pengalaman dan wawasan  setiap personil tenaga ahli  yang ada di portfolio tersebut.

·      Teliti dan konfirmasikan alamat kantor kontraktor taman atau perancang taman tersebut, karena hal ini berkaitan dengan uang yang akan diserahkan kepada mereka sebagai down payment.

Sebuah kontraktor taman tidak mutlak harus memiliki sebuah nursery tanaman, layaknya seperti kontraktor bangunan tidaklah mutlak dia memiliki pabrik genteng atau pabrik semen. karena biasanya kontraktor akan membeli tanaman pada pusat-pusat jual beli tanaman hias. Disinilah tanggungjawab kontraktor diuji dengan keahlian memilih tanaman yang sehat atau tidak , tanaman tersebut membawa hama rayap atau tidak dan tanggungjawab kontraktor tanaman dalam mengawasi pengangkutan tanaman dari tempat penjualan ke lokasi pembuatan taman.

4.Negosiasikan besaran fee jasa pelaksana

Anda berhak untuk menawar besaran harga/fee jasa pembuatan sebuah taman.

Sistim yang digunakan pada umumnya adalah sistim jasa fee dikalikan total nilai anggaran pembuatan taman. Biasanya para kontraktor taman akan mengajukan proposal pengajuan harga jasa keahlian disain sebesar 7.5 % hingga 10 % ditambah dengan jasa pelaksanaan pembangunan taman yang berkisar 7.5 %-10% .

Tinggi rendahnya besaran fee tergantung dari nilai total anggaran pembangunan sebuah taman dan kadangkala kontraktor ataupun perancang akan melihat faktor tingkat kesulitan disain rancangan taman tersebut.

Untuk kelas tertentu ada perancang taman yang tidak menggunakan sistim seperti diatas akan tetapi dari awal telah menetapkan secara flat besaran fee yang menjadi hak mereka dan menetapkan harga untuk sebagai supervisi pembangunan dan perawatan taman secara perjam kedatangan.

5.Konfirmasikan pertemuan selanjutnya.

Jika anda telah menetapkan kontraktor pembuat taman,maka segera hubungi mereka kembali


Dan minta untuk membuat kontrak pekerjaan serta prediksi harga total anggaran pembuatan taman, hal ini anda lakukan sebelum pembuatan gambar outline konsep taman dilaksanakan dan diperlihatkan kepada anda ,sehingga dengan demikian anda dapat menghindari rasa tidak enak atau jebakan harga jasa sebagai biaya kompensasi akan gambar konsep yang telah terlanjur dibuat, jika ternyata anda berubah pikiran untuk tidak segera membuat taman tersebut karena faktor biaya atau lainnya.

Sumber: Artikel penulis sudah di publish di majalah Garden
               Edisi no 45 Nov 2010

Label:


Read more!
 
posted by smartlandscape at 04.57 | Permalink | 0 comments