Sabtu, September 08, 2007
JATIDIRI Arsitektur Lansekap Indonesia_side A
Kukuruyuk......eeekkkk.........!!!!

Disuatu pagi yang cerah tepatnya di Alam Parahyangan terdengar bunyi suara kokok panjang ayam hutan jantan dengan gagahnya hingga kepalanya hampir menyentuh tanah , mengalahkan ambisi kesombongan SANGKURIANG untuk menyelesaikan syarat yang diberikan oleh DAYANG SUMBI yang notabene adalah ibu kandungnya, dengan kemarahan dan rasa jengkelnya dan dengan meniru tendangan geledek ROBERTO CARLOS seorang gelandang Sepakbola dari negeri Samba, disepaklah perahu yang sedang dalam pekerjaan ‘ Finishing Touch ’ Dhueeerrrr…..!!!!!, Perahu yang belum jadi itupun terbang melesat jauh dan mendarat beberapa kilometer dari lokasi TKP ( Tempat Kejadian Perkara versi BUSER ), Terciptalah OBJEK PARIWISATA yang bernama TANGKUBAN PERAHU
weuleh….weuleh hebat pisan eui..!.




Tak kalah Menariknya Nun jauh di sebuah Dusun di kawasan Jawa Tengah, seekor Ayam Jago ikut berkokok dengan jantannya memancing sang surya untuk bangun dari tidurnya. Apa yang terjadi? Ternyata Fenomena alam itu tanpa sadar membatalkan pelaksanaan tender sebuah proyek raksasa yaitu pelaksanaan pembangunan SERIBU CANDI , Alhasil Proyek tidak rampung tepat pada waktunya dan Berita Acara serah Terimapun dibatalkan , Menurut buku jurnal Laporan Harian Pelaksanaan , bobot prestasi pekerjaan hanya tinggal menyelesaikan Satu Candi terakhir. Berbeda ekspresi kemarahan yang ditunjukan, pada kasus ini Pelaku yang merasa diperlakukan curang tidak main tendang, Dia marah dan mengutuk kekasih idamannya berubah menjadi candi yang keseribu, hingga saat ini Patung RORO JONGRANG masih menjadi salah satu sculpture terakhir dikomplek PRAMBANAN.
Lucunya ada kesamaannya,yakni sama-sama menjadi OBJEK-PARIWISATA ( Selain gara-gara kokok ayam jantan tentunya..weuleh…weulehh…)

Cerita legenda yang sudah berumur dalam hitungan abad dan masih bertahan hingga kini dan masih tetap menjadi prioritas tujuan kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara untuk dapat melihat peninggalan karya yang maha besar yang kedua potensi pariwisata tersebut dikerjakan dalam waktu semalam meskipun tidak mencapai hasil yang maksimal,tetap menjadi salah satu sumber pendapatan pemda setempat hingga kini.

Jika dicermati dengan seksama ada suatu kemiripan antara jati diri arsitektur lansekap yang sedang dilacak keberadaannya (meskipun sudah dicari didalam bungker sebagai tempat persembunyian favorit ) dengan kedua cerita hikayat tersebut.

Pada saat kita mendapatkan tugas untuk mencari dan menemukan serta menangkap si JATIDIRI Arsitektur Lansekap, Ada terselip satu target meskipun tersamar bahwa tugas tersebut harus dapat dilaksanakan didalam satu malam (mana tahan..!!!).
Suatu semangat optimisme yang berlebihan atau apakah karena didalam tubuh terjadi stimulasi kelebihan andrenalin akibat proses endophine yang kelewat batas kesimbangan, Terjebak akan keinginan untuk menonjolkan kecantikan dan kemuliaan Arsitektur Lansekap Di Indonesia.

Napak tilas jejak-jejak si Jatidiri Arsitektur Lansekap di Indonesia perlu untuk dilakukan sebagai usaha tindakan awal mengetahui keberadaannya dan perlu kecermatan dan kecerdikan.

Lokasi keberadaan Jatidiri tidak akan jauh daripada MANUSIA dan KARYA, serupa seperti legenda Sangkuriang dengan karya pariwisatanya Tangkuban Perahu ada manusia-nya dan ada karya-nya.

Jika berkeinginan dalam waktu yang singkat menyingkapi karakter daripada jatidiri Arsitektur Lansekap, siasat dan taktik yang jitu yang harus menjadi agenda adalah melakukan Indentifikasi dan menginventarisasikan seluruh karya-karya Arsitekt Lansekap yang telah ada sejak dikumandangkan profesi ini muncul dibhumi pertiwi . yah benar ...!! hal ini harus dilakukan segera sejak profesi Arsitek Lansekap dicanangkan Di Indonesia .kemudian barulah ciri-ciri dan karakter khas Arsitektur Lansekap dibakukan sebagai landasan berpijak untuk mengembangkan JATI DIRI ke-Arsitekturan Lansekap di Indonesia.Jangan Lupa Usia muda Arsitektur Lansekap di Indonesia akan berpengaruh terhadap jati diri arsitektur lansekap di Indonesia.

Once Upon A Time cikal bakal Arsitektur Lansekap ada Di universitas Atmajaya pada saat masih BALITA, tetapi saat itu bukanlah Arsitektur Lansekap nama sang bayi itu, tetapi namanya PERTAMANAN .Pada saat menjelang akil balig Tahun 1962,dia berpindah kost di Trisakti dengan nama AKAP,sebagai manusia yang mulai beranjak dewasa tanpa dengan nasi merah putih diapun menyesuaikan namanya dengan menambah huruf ‘P’ MENJADI AKAPP itu dan selanjutnya pada sekitar tahun 1977 menjadi STAPI tetapi dalam kurun waktu 6 bulan kemudian berubah kembali menjadi FAL (Fakultas Arsitektur Lansekap) mungkin karena dia mulai bisa berbicara asing dan mengerti arti sebuah nama bagi suatu kewibawaan dan harga diri didalam melanjutkan kehidupannya ,Dekan pertamanya FAL adalah Bapak Ir.Kaslan.A.Tohir..
Sekilas dengan pola pendekatan pemikiran seperti diatas dapat diketahui bahwa perkembangan arsitektur lansekap di Indonesia tidak hanya sekedar berawal dari kekuatan kultural atau sosial, tetapi lebih pada penekanan kekuatan politik dan legalitas dengan perintah dari Bung Karno kepada gubernur DKI-JAYA saat itu Dr.RH Soemarno Sosroatmodjo untuk mempercantik kota Jakarta sebagai Ibukota Negara.

Dan untuk selanjutnya perkembangan Jatidiri Arsitektur lansekap juga diwarnai oleh Kekuatan Ekonomi,Teknologi dan kekuatan persaingan kompetisi .Hal ini dapat terlihat dengan jelas daripada karya-karya yang dihasilkan oleh para MANUSIA ARSITEKTUR LANSEKAP.

Mungkin dengan ‘feedback’ sejenak dimulai sejak saat dicanangkannya nama profesi Arsitektur Lansekap dibakukan dapat dilacak keberadaan si JATIDIRI AL yang dimulai pada sekitar tahun 77-an meskipun pada saat itu belum diakui oleh UNDANG-UNDANG,untuk ketepatan tahun hari dan bulan kelahirannya mestilah ditanyakan kepada para bidannya serta akte kelahiran uang telah dilegarisis biar resmi dan syah.

Tetapi.............

Menoleh kebelakang kemasa lalu daripada peradaban budaya bangsa Indonesia, pasca feodalisme masih kuat berdiri dengan radja-radja yang agung dan petua-petua adat Dengan pengaruh ANIMISME dan kepercayaan lainnya memberikan warna dengan pembentukan ruang-ruang didalam siklus kehidupan bermasyarakat dengan BATU MENHIR nya dan pasca masuknya agama-agama dengan azas MULTI-DEWA menyebabkan perubahan karakter dan ciri dari pembentukan ruang-ruang dengan adanya Taman Taman istana sebagai NIRWANA DUNIA , era tersebut dilanjutkan dengan masuknya agama dengan berlandaskan satu TUHAN menyebabkan perubahan fungsi dari ruang-ruang yang terciptakan dengan kaya hubungan VERTIKAL DAN HORIZONTALNYA. Era colonial pasca PENJAJAHAN dengan PERGOLAKAN PERJUANGAN masuknya unsur-unsur asing yang melekat pada sistem penciptaan ruang serta mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda ada DOWN TOWN dan UP TOWN, dilanjutkan pada PASCA KEMERDEKAAN, pembentukan ruang juga mengalami perubahan fungsi dan maksud tujuan tersendiri dan akhirnya pada PASCA PEMBANGUNAN sekitar tahun 70-an Arsitektur Lansekap dilahirkan melewati masa penantian kehamilan yang begitu tua tersimpan didalam peradaban bangsa Indonesia.

DUNIA MASA SILAM
adalah suatu ruang yang menarik untuk dijelajahi dengan berbagai misteri yang perlu diungkap dan dicatat sebagai CIKAL BAKAL MANUSIA dan KARYA serta BENIH profesi Arsitek Lansekap untuk itu perlu pengkajian dan riset yang mendalam lagi.
Memang Bukan suatu perkara yang mudah melakukan pertualangan kedunia silam yang mungkin sudah pada hilang sebagian jejak-jejaknya dan seorang SANGKURIANG pun mungkin akan menyerah dibebani dengan syarat yang demikian memakan banyak RUANG dan WAKTU untuk menyelesaikan tugasnya meminang putri JATIDIRI Arsitektur Lansekap.

JATIDIRI bukanlah sesuatu kata yang dapat diciptakan dengan segala penafsiran dan segala persepsi serta interprestasi tetapi kata kuncinya adalah Indentifikasi dan Inventarisasi jejak-jejak keberadaannya.
Dia bukanlah Benda Mati yang dapat dijadikan sekedar barang pajangan sebagai ‘brand merk’ suatu profesi atau gengsi intelektual keberadaan profesi ,tetapi dia pernah hidup dan mempunyai umur dan kisah cerita dongeng yang perlu untuk ditelusuri keberadaannya.Tidak sekedar DI-ciptakan dan TER-ciptakan dengan sengaja atau tidak sengaja demi kepentingan sesaat, tetapi suatu indetitas sebagai kelengkapan daripada JATIDIRI sebuah profesi dan Ilmu hendaklah dikaji dengan seksama dan penuh ketelitian sehingga hanya kebenaranlah yang terungkap.

Ataukah........

Sebuah pencarian JATIDIRI akan berakhir seperti cerita legenda tangkuban perahu dan candi prambanan pada saat matahari terbit dan kokok sang ayam jantan terdengar, buyarlah sebuah khayalan dan terbangun dari mimpi-mimpi semalam yang melambung tinggi dan alhasil misi tidak selesai dan JATIDIRI ARSITEKTUR LANSEKAP hanyalah sebuah legenda lainnya.sungguh cantik nian kau...dayang sumbi dan moleknya kau roro jonggrang.
Kukuruuuyukkkk……!!!!!!!!

 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 05.32 | Permalink |


0 Comments: