Selasa, November 11, 2008
Budaya Ber-pameran


D
ikalangan para praktisi profesi arsitektur lansekap,Budaya ber-pameran belumlah merupakan suatu kebiasaan yang harus di jalani,hal ini mungkin karena ‘kita’ terkurung dalam budaya ketimuran yang enggan untuk unjuk gigi dan menghindari pernyataan ‘sok pamer’ dari kalangan masyarakat lingkungan sekitar atau kadang merasa belum pantas untuk berpameran.
Budaya ketimuran yang seharusnya menjadi Mata-Air bagi sumber inspirasi kreatif seakan menjadi perangkap bagi proses kreatifitas seorang arsitek lansekap.

Padahal ber-pameran hendaknya menjadi suatu budaya yang serius dan tidak bisa di abaikan, karena ia menghubungkan antara seorang perancang dan karya serta masyarakatnya.suatu bentuk ‘ruang’ bagi intropeksi pribadi maupun kreatifitas karya-karya arsitektur lansekap.
coba perhatikan......

Coba perhatikan di bidang-bidang yang lain,ber-pameran hasil karya telah biasa dilakukan seperti pameran lukisan,pameran hasil kerajinan ,pameran mobil atau bentuk pameran lainnya.Hal ini terjadi karena adanya kesadaran akan arti pentingnya suatu bentuk pameran.

Pameran merupakan suatu ruang manifestasi atau pernyataan seorang perancang,lewat sebuah pameran seorang perancang dapat berinteraksi dengan para pengunjung maupun peminatnya lewat karya-karyanya,pameran mewujudkan suatu proses komunikasi formal diantara kedua belah pihak melewati komunikasi bahasa visual.
Pameran hasil karya arsitektur lansekap hasil karya seorang perancang dapat juga menjadi suatu bentuk promosi atau propaganda kampanye thema-thema tertentu.
Dengan seringnya ajang pameran hasil karya arsitektur lansekap di adakan akan berakibat positif bagi usaha melahirkan para perancang arsitektur lansekap muda yang kreatif dan berbakat.

Pameran dapat di kategorikan kedalam 3 kategori umum ,Yaitu;
( muliyadi mahamood,1993)
  • Pameran solo atau Pameran tunggal, memperagakan hasil karya seseorang 
  • Pameran Restopektif, merupakan pameran hasil karya sepanjang karier atau hidup seseorang dari satu masa ke masa lainnya
  • Pameran kelompok,biasanya memperagakan hasil karya daripada sebuah kelompok perancang,pameran ini lazimnya mempunyai manifesto atau tujuan menyampaikan pesan topik tertentu yang di rencanakan oleh kelompok tersebut

Dan pameran hasil karya seoran arsitek lansekap, tidak harus dilaksanakan didalam suatu gedung yang full dengan AC, dimana karya-karyanya kerap kali akan di bingkai rapi serta disinari cahaya lampu .Pameran hasil karya lansekap bisa diadakan di alam atau lansekap lingkungan sekitar , dimana pengunjung dan peminat adalah orang-orang ramai yang menatapnya sambil berjalan-jalan maupun berkendaraan.

Semangat berpameran serta dengan penyelenggaraan pameran yang baik akan mampu mendorong seorang arsitek lansekap terus berkarya demi mencapai tujuan-tujuan yang direncanakan untuk kebaikan sosok pribadi maupun masyarakat.
Dampak positif yang lain semangat berpameran akan dapat menimbulkan bentuk apresiasi masyarakat terhadap keprofesian arsitektur lansekap serta dapat memberikan informasi yang akurat dan baik mengenai peran serta arsitektur lansekap dalam pembangunan berwawasan lingkungan.

Dalam dunia seni rancang arsitektur lansekap, ber-pameran perlu di jadikan budaya yang serius dan bersih, karena disinilah tersedia suatu ’ area’ interaksi antara seorang perancang dengan pengunjung.berbagai reaksi , kritik dan penilaian daripada para pengunjung akan dapat menjadi satu udara segar bagi ruang inspirasi dan kreatif seorang perancang untuk dapat lebih maju dalam berkarya.dan alangkah lebih baiknya jika pameran sudah menjadi suatu kebiasaan dan dimulai dari usia dini para perancang arsitek lansekap pada wilayah akademis.

Berkarya dan Ber-Pameran hendaknya menjadi satu bentuk terpadu dan membudaya.
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 03.56 | Permalink |


0 Comments: