Sabtu, Maret 22, 2008
Jam Kota-Ku


“andaikan waktu adalah suatu lingkaran yang mengitari dirinya, demikianlah dunia mengulang dirinya sendirinya setepat-tepatnya dan selama-lamanya”
( albert einstein 1905)
S
ebagai kota metropolitan, Jakarta mempunyai fungsi dan peran yang sangat kompleks serta didalam perkembangan pembangunan nasional Jakarta menjadi pusat utama berbagai kegiatan terutama dalam bidang industri, perdagangan dan jasa. Sehingga pada perkembangannya Kota Jakarta menjadi jauh lebih pesat pertumbuhan dan perkembangannya dibandingkan dengan kota kota besar lainnya di Republik Indonesia, dengan sendirinya kondisi ini menyebabkan peningkatan kebutuhan terhadap sarana dan prasarana kota serta peningkatan mutu dan kualitas lingkungan.

Salah satu elemen Kota yang penting dalam penataan suatu kota adalah Jam Kota, Jam kota merupakan salah satu bentuk ornamen kota yang berfungsi sebagai Penanda Waktu dan juga merupakan bagian dari komponen keindahan kota, dimana disain jam kota dapat memberikan Penegasan tentang nilai ruang dengan CIRI DAN IDENTITAS dari suatu wilayah kota, Hal ini dapat dilihat daripada keberadaan Jam Gadang di Bukit Tinggi ataupun diluar negeri tepatnya di tepi sungai Thames (London) kita dapat menyaksikan Menara BigBen-nya

Sehubungan dengan itu maka perlu kiranya melengkapi suatu kawasan dengan salah satu komponen keindahan kota



Disain bentuk jam kota perlu suatu disain bentuk yang dapat mewakili dari karakter suatu kawasan ataupun budaya kota tersebut, kaya akan elemen yang menarik untuk dipandang.
Sebagai seorang arsitek lansekap yang berperan dalam pembentukan suatu karakter kawasan hendaknya disain bentuk jam kota juga mendapatkan perhatian yang serius.



Ada beberapa pedoman yang bisa dijadikan satu landasan berpijak dalam men-disain jam kota dan untuk dapat menghasilkan suatu karya bentuk jam kota yang berfungsi secara mestinya. Sebagai pembelajaran dan untuk menerapkan kaitan profesi arsitektur lansekap terhadap disain JAM KOTA ,didalam sebuah perancangan Jam kota Faktor pertama yang harus diketemukan adalah Ide Dasar Dan Thema Rancangan



IDE DASAR

Dasar pemikiran proses disain bisa berlandaskan hal-hal sebagai berikut:

- Didunia ada 2 jenis waktu, yakni WAKTU MEKANIS dan WAKTU TUBUH, dimana waktu yang pertama ( waktu Mekanis ) kaku dan tak dapat ditolak dan telah ditetapkan sebelumnya, sedangkan waktu kedua atau Waktu Tubuh bergerak bebas seperti gerakan penari topeng betawi dan mengambil keputusan sekehendak hati.

- Ukuran penetapan waktu pertama kalinya adalah berpedoman pada waktu saat terbitnya matahari dan temaramnya bulan purnama.

- Unsur budaya,Untuk memberikan ciri khas dan identitas kawasan dimana area/wilayah jam tersebut diletakan


Dalam menentukan thema rancangan yang nantinya akan berpengaruh terhadap bentuk jam kota maupun ruang yang yang ada disekelilingnya maka perlu mengetahui latar belakang mengenai Sang Waktu.

Andaikan waktu adalah soal kualitas dan bukan kuantitas seperti cahaya sinar pagi dan sore cerah mengukir warna suasana hati manusia dalam setiap aspek kehidupannya dan cahaya malam yang menaungi pepohonan saat bulan naik dan menyisir garis-garis pohon,waktu hadir tetapi tak bisa diukur.

Didalam dunia dimana waktu adalah kualitas maka segala peristiwa dan panjang pendek waktu antara 2 peristiwa bergantung pada seberapa kontras peristiwa, intensitas cahaya, sudut jatuh cahaya dan sudut padangan pelaku-pelakunya.
Karena jam kota tidak hanya sekedar berfungsi sebagai penyampai informasi ketetapan waktu mekanis tetapi juga menyimpan misteri waktu.(mimpi-mimpi einstein,1999)

Waktu adalah gejala lokal dua buah jam berdetak bersama dengan kecepatan hampir sama tetapi jam-jam dipisahkan oleh jarak berdetak dengan kecepatan yang berbeda, semakin jauh semakin berbeda ,Apa yang dipandang benar untuk jam, dipandang benar pula untuk detak jantung, tarikan dan hembusan napas, gerak angin diatas alang-alang.

Didunia ini waktu mengalir dengan kecepatan yang berbeda dimasing-masing tempat.Jam kota juga sebagi tempat menyimpan kenangan.


KONSEP PERANCANGAN

Konsep rencana disain jam kota didasarkan olen beberapa hal yaitu:

a. BENTUK,DIMENSI DAN KONDISI LAHAN

b. Penyesuaian dengan ARAH SUDUT PANDANG PENGAMAT dengan 3 sudut pengamat yaitu :pejalan kaki. Pengendara/penumpang kendaraan dan pengguna ruangan pada bangunan bangunan sekitar

c. Pertimbangan terhadap SITUASI KELILING TAPAK dan arah pandangan menuju jam kota sehingga subjek pengamat bisa mendapatkan sudut pandang yang terbaik.

d. Pendekatan disain terhadap jam kota yang berkaitan dengan NILAI-NILAI SENI,mengenali status nilai seni/artistik pada kawasan perencanaan-memastikan bahwa jam kota berkaitan dengan nilai seni dan budaya tradisional yang merupakan ciri khas


e. Jam kota tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan informasi keteapatan waktu, tetapi juga berfungsi sebagai elemen estetis/sclupture kota yang berfungsi juga sebagai PEMBENTUK dan PENGIKAT RUANG

f. Menjaga TERPELIHARANYA KARAKTER bangunan sekitar, lansekap jalan dan kesan visual bangunan sekitar.Lokasi, ukuran,gaya,warna dan bahan bangunan yang digunakan, diusahakan senada dengan karakter lingkungan sekitar.


KONSEP BENTUK

Semua alat penglihatan mengenai suatu benda disebabkan oleh konsidi pandangan kita terhadap bentuk tersebut:

- perspektif kita atau sudut pandangan
- jarak titik pengamat dan jauh – dekatnya terhadap bentuk tersebut
- kondisi pencahayaan
- keadaan lingkungan sekitar


KONSEP BAHAN

Pemilihan bahan:
a. Bahan : tidak cepat karat, mudah dibersihkan
b. Struktur : memudahkan dalam proses prosedur pemeliharaan
c. Warna : Tidak menyilaukan Mata
d. Teknik : Sesuai dengan thema rancangan

pertimbangan pemilihan bahan antara lain

- Aksentuasi terhadap lingkungan
- Usaha untuk lebih memperhatikan detail dari bentuk dan imaji yang terbentuk
- Kekuatan ekspresif dari suatu disain ornamen dari skala ruang, tata letak dan elemen
- Skala waktu yakni diambang pintu abad millenium / futurusitik



KONSEP VISUALISASI

Peletakan ornamen jam kota pada suatu lokasi perlu memperhatikan kondisi waktu terhadap visual bentuk jam kota,sehingga jam kota dapat dinikmati pada waktu siang hari dan malam hari.

- pada siang hari, Sudut arah matahari akan memberikan efek yang berbeda pada setiap jamnya, kadang bisa sebagai pemberi cahaya pada silhoute bentuk jam kota

- Saat MALAM HARI dengan penataan tata lampu sorot dan neon sign akan menciptakan bentuk jam yang lebih aksentuasi pada wilayah tersebut dan dengan kemahiran penataan cahaya akan menciptakan efek visual yang lebih artistik


TATA HIJAU

• tata hijau merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dari tapak, karena faktor elemen lunak/tanaman merupakan elemen penunjang dari thema disain.

• permainan perbedaan ketinggian garis muka tanah dengan mempermainkan bentuk kontour adalah usaha untuk menunjang skala disain ornamen jam kota.

• pohon tinggi tetap dipertahankan kehadirannya untuk difungsikan sebagai latar belakang agar tercipta fenomena kontras dengan ornamen jam kota, guna membantu usaha menciptakan ornamen tersebut menjadi titik pusat dalm lingkungan penempatan nya.

• Warna dan bentuk tajuk semak dapat berperan untuk memperkuat karakter dan visualisasi ornamen.


Dasar pertimbangan tanaman yang dapat ikut dijadikan pertimbangan adalah :

- Potensi AROMATIK :Mengeluarkan aroma
- Potensi BUDAYA : yang merupakan tanaman adat atau khas budaya setempat
- Potensi GERAK : Bentuk tajuk dengan karakter tanaman yang akan menimbulkan gerak dinamis

MEKANIKAL

Perencanaan mekanikal meliputi

-Drainase dengan system semi terbuka untuk dipinggiran jalan tapak
-Penempatan pipa drainase didalam tanah

ELEKTRIKAL

Yang termasuk dalam lingkungan pekerjaan elektrikal adalah:

- Penerangan tapak

-Penempatan lampu sorot/Spotloght untuk menerangi ornamen dan jam kota dengan sinar efek ”up-lighting” demi memperkuat kesan dramatis ornamen jam kota dan kesesuaian dengan lingkungan sekitar.

-Jaringan kabel dari sumber daya, panel kontribusi untuk penerangan

Konsep penerangan dan lebih diarahkan kepada jam kota dengan pertimbangan efek pantul dari ornamen terhadap sekeliling area jarak pandang dan membantu kesan penampilan oernamen dengan menyembunyikan sehingga tidak mengganggu penglihatan jika dilihat dari sudut pandang Kendaraan.

WAKTU PELAKSANAAN

Waktu pelaksaanaan konstruksi jam kota akan memakan waktu dengan perincian kegiatan pekerjaan sbb:

-pekerjaan pematangan lahan sehingga dalam kondisi siap konstruksi dan siap
tanam
-pekerjaan pembuatan JAM KOTA
-pekerjaan pelaksanaan konstruksi struktur penyangga jam kota
-pekerjaan pemasangan setiap komponen jam kota
-pekerjaan penamanam tanaman semak dan rumput
-pekerjaan finishing


PEMELIHARAAN
yang tentunya harus mendapat perhatian khusus karena ornamen akan terletak pada tengah kota sehingga akan cepat sekali kotor dan korosi akibat air hujan ,oleh karena itu diperlukan inovasi dalam pemilihan bahan material jam kota yang mudah dalam proses pemeliharaan dan pembersihan

dan tentunya sebuah keberadaan jam kota tidak hanya mengingatkan kita akan sang waktu lebih dari itu sebuah jam kota menyimbolkan kehidupan masyarakatnya yang teratur dan berdisiplin.

Label: ,

 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 03.41 | Permalink |


0 Comments: