Jumat, Oktober 05, 2007
PERAN ARSITEK LANSEKAP DIDALAM PEMANFAATAN PERANGKAT KERAGAMAN UNSUR TRADISIONAL
B
eruntunglah kita dan patutlah kita semua berbangga hati sebab kita hidup di negeri yang kaya akan budayanya,Negara Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang mengandung bermacam ragam kebudayaan dari suku-suku yang berbeda.Dari ujung sabang hingga merauke berbagai warisan budaya dari bagaikan harta terpendam yang siap untuk dieksploitasi keanekaragamannya dan alangkah sayangnya jika peninggalan budaya tersebut dibiarkan punah akibat kuatnya arus globalisasi .

Profesi arsitektur lansekap adalah salah satu ilmu yang dapat bekerja berdampingan secara sejajar pararel dengan budaya atau unsur-unsur tradisional tersebut dan berperan dalam melestarikan budaya bangsa lewat hasil perancangan maupun perencanaan lansekapnya.

Pengertian Arsitektur lansekap merupakan Profesi yang mengendalikan alam untuk masa depan didalam kehidupan manusia (American Society of Landscape Architect)

Dengan demikian berarti Arsitektur Lansekap merupakan suatu disiplin ilmu yang melihat bahwa manusia,alam dan lingkungan adalah suatu kesatuan yang utuh.
Dimana jalur hubungan timbal balik antara manusia,alam dan lingkungan berada pada satu siklus yang membentuk ekosistem, artinya kualitas suasana suatu lingkungan akan mempunyai dampak yang besar pengaruhnya bagi kepribadian manusia maupun perkembangan jiwa yang menempati lingkungan tersebut.


Berarti sumber kekayaan budaya bangsa dari fisik dan non fisik merupakan element terpenting didalam suatu perancangan hasil karya lansekap.
Menjadi kewajiban dan tanggung jawab yang besar bagi seorang Arsitek Lansekap sebelum menghasilklan suatu karya desain lansekap, baik secara makro maupun mikro untuk dapat mencintai dan menghormati budaya bangsa Indonesia.
Sikap hidup demikian adalah pondasi awal pada saat proses kreativitas akan dimulai.Karena kwalitas Ruang Luar hasil dari pada karyanya yang tercipta harus mutlak serasi , seimbang dan selaras dengan kultur tradisi bangsa dan kebutuhan mahluk hidup yang menempatinya.



Perancangan suatu karya lansekap terwujud dari ungkapan bathin si perancang dan melalui suatu proses pengalaman artistik.
Pengalaman Artistik melalui suatu proses pengalaman bathin yang didapat dengan kepekaan rasa dan jiwa dalam menangkap gejala alam dan lingkungan sekitar.
Sangat terkait sekali dari pada pola hidup si perancang dengan hasil rancangannya.
Nenek moyang kita telah dapat mengekspresikan pengalaman artistik mereka didalam bentuk karya taman-taman seperti contoh :
• Taman Sari di Yogjakarta
• Taman Air di Karang Asem , Bali
• Taman Suryalangi di Cirebon.

Dengan ketelitian dan kesederhanaan pandangan hidup mereka memikirkan masalah keseimbangan hidup di alam semesta ini, terlihat dari penyelesaian-penyelesaian aksesori taman, pembentukan ruang dan pemilihan jenis tanaman serta penuh dengan relief yang berisikan ragam hias flora dan fauna yang kesemuanya merupakan penghormatan terhadap alam wilayah sekitar . Hasilnya karya mereka sarat dengan nilai-nilai filosofis yang mendidik.

Didalam usaha melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa tersebut, sumbangsih yang dapat diberikan dan dilakukan oleh para Arsitek-Arsitek Lansekap Indonesia untuk berperan serta adalah dengan cara :

• Menggali.
• Mengolah.
• Memanfaatkan.
• Mengadaptasikan.
• Memethaforakan

Semua unsur dan materi budaya bangsa perangkat keragaman unsur tradisional dalam menggunakannya sebagai salah satu komponen materi didalam proses kreatif perancangan ruang luar,baik didalam tata letak ruang, vegetasi,sirkulasi maupun pemilihan bahan material dan sebagainya.

PERAN AKTIF ARSITEK LANSEKAP

“ When we create a concept. We make a future “


Landasan bagi peran aktif arsitek lansekap didalam melestarikan dan mengembangkan perangkat keragaman unsur tradisional yaitu :

1. Berani untuk memihak kepada unsur tradisional sebagi materi kelengkapan suatu
hasil karya lansekap ini merupakan sikap sempurna untuk menghargai warisan -budaya
bangsa.
Setia dan Hormat kepada budaya bangsa , hal ini penting sebagai cara untuk me-
nimbulkan rasa mencintai dan mengandalkan unsur tradisional dalam memberikan
makna dan arti bagi karya lansekap.

2. Menciptakan inovasi-inovasi baru bagi pemanfaatan perangkat unsur tradisional se
cara fungsional dan estetis didalam penggunaannya. Contoh :
- Tanaman Obat dan Tanaman Adat sebagai materi tanaman Hias
- Ragam Hias tradisional sebagai pola dan motif perkerasan sirkulasi plaza, kolam renang dll.
- Gerabah sebagai wadah pot tanaman dan ornament air mancur.
- Lesung Padi dimodifikasi sebagai bangku taman dll.
- Klenengan kayu bali sebagai penutup / kap lampu taman.
- dan masih banyak lagi elemen tradisional yang berlandaskan proses kreatif akan
menghasilkan
karya-karya yang inovatif.

3. Mempergunakan Unsur-unsur tradisional sebagai salah satu elemen dalam pembentukan
elemen kelengkapan perangkat taman,elemen kelengkapan perangkat jalan
(street -
furniture),elemen perkerasan,elemen patung dan elemen lainnya sesuai
dengan kebutuhan
pemakai,yang mana hal ini akan dapat memberikan citra dan rupa
kekhasan taman dengan
nuansa Indonesia.


4. Memanfaatkan Ragam Hias budaya sebagai unsur daya tarik karya, dapat dilakukan karena
pada dasarnya kebutuhan manusia mempunyai keinginan, kecintaan -

dan kebutuhan akan perhiasan.Contoh :
- pembentukan relief
- Relief pada perkerasan bangku taman,pola lantai ,
-
pola dinding dan pola pagar dll.

Kekayaan visual panorama, kultur tradisi warisan bangsa menunggu tangan-tangan terampil dan kreatif untuk mengolah serta mengembangkannya

Sulitkah semua itu ?

jawabnya Tidak, tidak akan sulit karena tanpa sadar kita sudah memiliki potensi kemampuan tersebut disebabkan darah yang mengalir dinadi kita sama dengan darah yang mengalir ditubuh pendahulu-pendahulu yang menghirup udara khatulistiwa sama seperti kita sekarang.

Kita hanya perlu “bermain” dengan perangkat unsur tradisional untuk memancing daya imajinasi yang tinggi terhadap manfaat dan pengembangannya dengan kemampuan intelegensia untuk berpikir secara cepat,cermat dan tepat, kita akan dapat menterjemahkan secara visual,aromatik,akustik dan rasa rahasia-rahasia alam dan teknologi tepat guna yang tersembunyi dan terkandung didalam perangkat keragaman unsur tradisional tersebut.
Kita mengharapkan hasil dari suatu karya tidak lagi hanya menyajikan keindahan palsu semata tetapi juga mengandung falsafah hidup,mempunyai makna dan arti yang dalam yang berguna didalam proses edukatif perkembangan jiwa bangsa.
baik si perancang maupun si pemakai hasil rancangan.

Dengan hasil karya lansekap yang sarat dengan perangkat keragaman unsur tradisional diharapkan akan tersaji nuansa sebagai berikut :
- Citra dan Rupa Lansekap Taman Indonesia .
- Aspek Edukatif dengan terjadinya komunikasi visual antara unsur-unsur
tersebut dengan pemakai yang melihatnya ( perasaan ingin tahu ).
- Simbol kecintaan terhadap budaya bangsa .




Mengutip pernyataan Ilze Jones didalam suatu buku :

“ When design speaks from the heart and communicates to the soul, the results are magic.”
( Process Architecture 126 . Jones & Jones Japan , 1994 : 22 )


Dan pernyataan Garrett Eckbo , Yaitu :

“ One cannot understand nature by standing outside her and one cannot understand man by standing outside him “
( Landscape for living . Los Angeles. 1949 : 36 )


Kesatuan yang utuh antara hati dan jiwa perlu ada didalam diri seorang arsitek lansekap pada saat panca indera mulai merasakan tekstur, mencium aromatik, melihat benda, mendengar akustik semua perangkat keragaman unsur tradisional.
Sebelum kita menggali, mengolah, memanfaatkan, mengadaptasikan dan memethaporakan “buah tangan” warisan budaya bangsa.Dengan demikian kita akan luput dari bayangan angkara murka “buto ijo”.dan perasaan bangga akan timbul saat kita mewariskan “ harta karun” budaya kepada generasi penerus bangsa Indonesia.

Kesimpulannya adalah:

Para leluhur bangsa merupakan cikal bakal ahli lansekap yang telah menerapkan unsur tradisional dan budaya didalam karyanya dengan penuh rasa kecintaan dan kesetiaan terhadap alam dan budaya bangsa.

Pemanfaatan museum sebagai salah satu sarana pengembangan wawasan dan penginderaan langsung,demi untuk meningkatkan dan melatih kepekaan rasa dan pengalaman bathin mahasiswa dan perlu untuk disejajarkan kepentingannya sama dengan kepentingan keperpustakaan di universitas.

Pengolahan rasa dan emosi serta pengalaman bathin seorang arsitek lansekap mutlak dilakukan,dengan berkunjung pada tempat-tempat sejarah.budaya dan museum-museum sebagai bekal dasar bagi proses kreativitas perancangan suatu disain.

Memihak secara dominan kepada unsur-unsur tradisional sebagai perangkat material dalam merancang suatu karya adalah sebagai salah satu cara untuk ikut berperan dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa sekali memberikan citra dan rupa kekhasan lansekap indonesia.

Museum sebagai salah satu gerbang terakhir “filter penyaring” kepribadian bangsa dapat sering melakukan pertemuaan dengan pihak mahasiswa/i dan lapisan profesional muda dalam bentuk seminar, sarasehan, bedah benda peninggalan, perlombaan atau sayembara inovasi penggunaan unsur-unsur tradisional.




Label:

 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 21.15 | Permalink |


1 Comments:


At 05.15, Anonymous Anonim

aku mw nanya ...
punya g teori tentang peletakan street furniture yang ideal pada sidewalk sesuai fungsi lokasi sidewalk?? thanks