Jumat, September 14, 2007
Bab 1 . Pendahuluan
“Segala sesuatu yang rahasia akan menjadi usang, tidak ada satu halpun yang aman dari pembahasan dan publisitas” .Lord Acton


Keprihatinan akan kondisi almamater hijau pupus (Baca; Fakultas Arsitektur Lansekap - Universitas Trisakti) yang tercinta yang makin hari makin sepi dari riuh-tawa dan canda para lanskaper-lanskaper muda dan ter-aniaya-nya kebebasan berekspresi dalam melakukan pekerjaan profesi Arsitek Lansekap dilapangan ,serta

Isue-isue sentral mengenai makin terpuruknya jumlah peminat baik dari segi kualitas dan kuantitas untuk meng-idolakan profesi arsitek lansekap sebagai media berkreasi dan berprofesi, dan makin bertambahnya jumlah kalangan masyarakat yang terdominasi dengan persepsi, bahwa profesi arsitek lansekap bukanlah suatu profesi yang dapat menjanjikan masa depan cemerlang, disisi lain terkisah beberapa perguruan tinggi yang sedang dalam upaya untuk me-mergerkan Jurusan Arsitektur Lansekap dengan Fakultas lain yang lebih menjanjikan dengan alasan kekurangan murid.
(setahu saya berdasarkan Etika Pengajaran ,ada 1 orang manusia ingin menjadi murid maka terciptalah guru dan terjadilah proses belajar dan mengajar) , semua itu ter-akumulasi dalam batin dan jiwa saya sehingga timbul rasa geram, kesal, kecewa, rasa tak percaya menyaksikan kondisi tersebut



Ada yang salah dengan kondisi seperti ini, 2 abad yang lalu, Ilmu ini lahir dan mampu bertahan sampai hari ini dengan terselimuti dengan berbagai kebudayaan dan teknologi canggih, malah profesi ini telah berhasil membangun industri yang berguna bagi kehidupan manusia dan dapat menghidupi kehidupan jutaan manusia .Dibagian lain di negeri seberang, profesi ini dapat menjadi satu daya tarik yang menjanjikan harapan dan impian tentang hari esok, ironisnya di negeri kita yang kaya akan sumber daya alam dan banyak permasalahan ruang luar yang harus ditata ulang menjadikan profesi ini seakan–akan menjadi sekedar barang pajangan yang telah usang dimakan usia lanjut.
Membuat saya tidak mau berlama-lama merenungkan semua proses itu berjalan dengan tabir misteri diakhir cerita yang belum tentu enak untuk disimpan didalam hati.

Teringat seorang sahabat berkata:

“Processes don’t do work, People Do “
John seely Brown

Dengan segala kekurangan saya sebagai seorang praktisi arsitek lansekap yang telah berkecimpung didalam profesi Arsitektur Lansekap dengan pengalaman masih dalam taraf waktu seumur jagung. Saya tidak ingin dipenuhi rasa bersalah jika saya tidak melakukan sesuatu tindakan, hal tsb memotivasi saya untuk menterjemahkan sebuah tulisan TOM TURNER “JOBS In Landscape Architecture ” dengan merangkum beberapa tulisan lainnya serta opini pribadi ke dalam suatu bentuk tulisan yang mungkin dapat di manfaatkan sekedar sebagai Pembuka dan Perubah Pola pikir tentang luasnya ruang lingkup profesi arsitektur lansekap yang dapat dijadikan ladang mata pencaharian dan suatu ruang yang menjanjikan kebebasan dalam berkreasi.

Karena kesalahan berpikir akan meng-akibatkan kesalahan persepsi dan bisa berakibat fatal pada proses pembebasan potensi seseorang.

Diharapkan dengan tulisan ini dalam format buku saku, dapat menjadi kerikil pijakan untuk mendaki batu pijakan yang lain.

Kesempurnaan adalah sebuah proses panjang, berjalan melewati ruang dan waktu yang berbeda dan tak akan pernah tercipta dalam satu ide dan gagasan.

Seorang sahabat pernah berkata

“Genius is 1 % inspiration and , 99 % perspiration.”
Thomas Alva Edison

Label:

 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 16.29 | Permalink |


0 Comments: