Kamis, Agustus 21, 2008
Where is the old people?

P
ertanyaan itu selalu muncul di setiap kali mampir ke taman-taman lingkungan kota di jakarta dan juga Taman lingkungan kota di beberapa daerah.
taman lingkungan terlihat sepi dan lenggang,aktivitas kegiatan manusia usia lanjut ( MANULA) kosong tergantikan dengan beberapa pengemis lagi berbaring di bangku-bangku taman yang tersedia, asyik menjaring mimpi-mimpi kekenyangan.

Taman hanya terisi......

saat pagi hari dengan kegiatan para manula untuk sekedar berolahraga saja, tidak terlihat taman kota dapat berfungsi maksimal selama sehari penuh.Interaksi antar pengguna manula hanya terjadi sejak jam 6 pagi hingga jam 8 pagi untuk kegiatan olahraga dan itupun akan ramai jika pada hari minggu dan hari libur lainnya,sedangkan siang dan sore hari Taman kota seakan menjadi momok yang harus di hindari apalagi pada saat menjelang malam.

Apakah ini indikasi kegagalan para perancang Taman kota dalam menuangkan gagasannya kedalam perencanaan taman lingkungan?
Ataukah para manula di ibukota lebih 'sreg' jika berinteraksi di plaza-plaza yang nyaman dengan 'air conditioning'nya dan atau sekedar menghabiskan waktu pensiunnya dengan menonton acara gosip di beberapa TV swasta?

Daya tarik ruang taman lingkungan sebagai tempat interaksi dan tempat santai bagi para manula terhadang dengan tidak adanya akses bagi pengguna kursi roda maupun tingginya anak tangga yang ada, semua itu seakan menjadi bentuk penolakan bagi kehadiran para manula di Taman-Taman lingkungan kota.


Mungkin pengelola 'mal' lebih piawai dalam menarik kaum manula untuk datang ,bersenda gurau dan menikamti secangkir kopi daripada pengelola taman lingkungan yang sekedar mengandalkan kerindangan dan hijaunya daun saja.


Taman lingkungan seharusnya dapat menjadi tujuan yang pasti bagi para manula jika kebutuhan akan keamanan dan kenyamanan dalam mencapai ruang tersebut dapat terjamin serta sarana-sarana kegiatan para manula dalam bermain 'game' dengan para sesama rekannya.berbagai sarana teraphy bagi motorik tubuh para manula dan sarana teraphy lainya mungkin perlu mendapatkan perhatian sehingga taman lingkungan menjadi alternatif terbaik daripada hanya sekedar menghabiskan waktu senggangnya dengan sekedar menonton dirumah.

Ataukah para perancang lansekap harus menjadi 'Tua' dulu baru bisa mengerti ?

 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 03.15 | Permalink |


1 Comments:


At 01.30, Anonymous aswart

gambar-gambarnya bagus euy