Senin, April 30, 2012
RESORT HOTEL = LOKASI
Menilik dari pengertian resort itu dimana;

 a) Resort adalah suatu perubahan tempat tinggal untuk sementara bagi seseorang di luar tempat tinggalnya dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga serta hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga dikaitkan dengan kepentingan yang berhubungan dengan kegiatan olah raga, kesehatan, konvensi, keagamaan serta keperluan usaha lainnya.
 b) Resort adalah tempat peristirahatan di musim panas, di tepi pantai atau di pegunungan yang banyak dikunjungi.
c) Resort adalah tempat wisata atau rekreasi yang sering dikunjungi orang dimana pengunjung datang untuk menikmati potensi alamnya.
 d) Resort adalah sebuah tempat menginap dimana mempunyai fasilitas khusus untuk kegiatan bersantai dan berolah raga seperti tennis, golf, spa, tracking, dan jogging, bagian concierge berpengalaman dan mengetahui betul lingkungan resort, bila ada tamu yang mau hitch-hiking berkeliling sambil menikmati keindahan alam sekitar resort ini.
 e) Resort adalah sebuah kawasan yang terencana yang tidak hanya sekedar untuk menginap tetapi juga untuk istirahat dan rekreasi. Maka dapat dikatakan hampir sebagian besar wilayah di Indonesia yang kaya dengan keasrian lingkungan dan sumberdaya alaminya merupakan ‘surga’ lahan bagi peruntukan industry hotel resort, Dimana keindahan pantai, keagungan hijau nya hutan, gemulainya keaneka-ragaman budaya, nyanyian flora fauna di ujung lembayung senja merupakan karakter eksotik khas yang tak akan di jumpai di belahan dunia yang lain.

Dan aku bersyukur bisa tinggal dan Bangga bisa hidup di negri zamrud khatulistiwa ini……



Tapi perlu di ingat ,Setiap lahan di negeri zamrud khatulistiwa yang penuh dengan keindahan ini masing masing mempunyai potensi nilai tambah yang berbeda dari setiap tempat dan wilayah, meskipun hampir seluruh wilayah di Indonesia mempunyai Garis Pantai bukan berarti setiap wilayah pantai tersebut patut dan layak di jadikan lokasi hotel resort atau setiap wilayah yang mempunyai daerah perbukitan dengan udara sejuk dapat langsung otomatis dapat menjadi sebuah berdirinya sebuah hotel resort. Mengubah bentukan muka tanah pada sebuah wilayah tanpa harus mengorbankan keseimbangan alam merupakan rahasia dalam mengolah tata letak hotel resort, diperlukan kebijaksanaan dalam keilmuan untuk merancang keindahan ekologis menjadi ‘nilai jual’ pada sebuah lahan resort , sehingga pada akhirnya perangkat sumber alami dapat ditata dengan kedalaman kadar cinta yang tinggi kepada alam .akhirnya keselarasan bentukan ruang pada lahan alami dengan bentuk arsitektur bangunan resort akan dapat menciptakan ruang ruang yang bakal menjadi medium relaksasi vertikal dan horizontal dengan alam.


Arsitektur Lansekap merupakan wujud ilmu yang mumpuni dalam merencanakan masterplan resort lengkap dengan akomodasi dan fasilitasnya ,kenapa demikian…?
Disebabkan kelengkapan keilmuan dalam bidang arsitektur lansekap yang memang telah tersedia untuk dapat merencanakan sebuah wilayah alami yang padat terisi dengan kehidupan ekosistemnya untuk dapat selaras berdampingan dengan bentuk buatan manusia.
Ada beberapa faktor yang perlu di ketahui dalam perencanaan sebuah hotel resort dan yang paling terpenting adalah faktor pemilihan LOKASI RESORT disusul dengan aspek lain seperti faktor RUTR / tata guna lahan, Aspek aksesbilitas /pencapaian, Aspek keamanan dan faktor fasilitas pendukung lainnya. Kenapa faktor LOKASI RESORT menjadi penting, karena isue lingkungan alami menjadi prasyarat dalam pemilihan lokasi resort juga dengan potensi kearifan budaya setempat ,tak kalah juga aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek bentuk dan dimensi lahan, aspek visual / scene dan aspek akustik.


Dalam menentukan sebuah lahan tepat atau tidaknya menjadi sebuah hotel resort memerlukan pengalaman dan kemahiran seorang arsitek lansekap dalam hal kepekaan /sensitivity terhadap kualitas sebuah ruang lansekap. Jika hal ini terabaikan maka bukan berarti perancangan sebuah peruntukan hotel resort pada suatu lahan yang telah tersedia tak mungkin dilakukan, hal tersebut bisa saja tetap dilakukan, akan tetapi lebih baik jika pada awalnya yaitu pada saat pemilihan lahan lokasi sudah diperhitungkan aspek-aspek dominan dan yang saling mempengaruhi dan harus terdapat pada sebuah resort, maka proses perencanaan hotel resort menjadi lebih optimal dalam meng-aktualisasi-kan potensi sumber daya alaminya dan tidak akan mengeluarkan biaya pembangunan yang tidak perlu. Maka tidaklah mengherankan jika sering di temui beberapa hotel resort yang telah berdiri akan tidak mampu ‘menjual dirinya’,karena bisa jadi pemilihan lokasi keberadaan hotel resort tersebut terlalu dipaksa keberadaannya atau mungkin lebih parah lagi, ternyata perencanaan hotel resort yang indah tersebut tidak bisa dilaksanakan disebabkan peruntukan tidak sesuai dengan RUTR Pemerintah setempat. Program pemilihan sebuah lokasi untuk peruntukan resort hendaknya dilakukan dengan kehati hatian dengan memperhatikan aspek aspek penentu seperti yang tertulis diatas. Keseimbangan alami yang cantih dan rupawan pada setiap lahan mempunyai daya tarik khas yang berbeda dan perlu penangan dengan model pendekatan perancangan yang berbeda pula, sehingga kecantikan dan rupawannya lahan tersebut tidak luntur oleh karena peletakan bangunan bangunan arsitektur yang tidak sengaja atau sengaja ternyata merusak raut wajah keseimbangan alami tersebut.

Sudah dapat disimpulkan bahwa faktor penting keberadaan hotel resort adalah LOKASI dan sekali lagi LOKASI…..dan jangan lupa LOKASI..!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 20.36 | Permalink |


0 Comments: