Senin, April 30, 2012
Paham 5 Anti Kota ( anti-citylife vibrant)


Menyuguhkan pengalaman yang baru bagi wisatawan yang lain dari  kehidupan sehari-harinya, dengan menyediakan pengalaman yang kontras yang memberikan refreshing ( anti-town), seperti:
1)   Ketenangan dan perubahan langkah hidup, juga kesempatan untuk ber-interaksi dengan alam, matahari, laut, hutan dan pegunungan.
2)   Skala manusia harus tetap ada dan terasa.
3)   Perubahan aktivitas, dilakukan dengan pengadaan fasilitas olahraga dan rekreasi.
4)   Interaksi dengan orang lain diluar lingkup kerutinan pekerjaan.


Pada awal kedatangan biasanya para wisatawan masih lekat dengan unsur-unsur kota, sosok wisatawan yang baiasanya 7 x 24 jam selama 365 haridalam setahun lekat dengan atmosfir kehidupan kota perlu di bebaskan dari selubung getaran kota ( vibrant citylife ) ,dan untuk itu sebuah hotel resort harus dapat secara radikal ‘mencuci’ memory / kesan tersebut dengan memberikan suatu tekanan stimulasi  perubahan mulai dari pintu gerbang ,lobby hotel hingga pencapaian kekamar.


Sebagai contoh beberapa hotel resort ternama mulai membuat bangunan dengan cara yang tidak lazim seperti dikota,pada bagian atap mereka mulai menyediakan atap dengan bentuk tenda.seperti ini;
Pola-pola grid yang biasa dalam kehidupan kota jika perlu ditiadakan dengan menstimulasi efek rangsangan psikologi sosok wisatawan dengan mengedepankan bentuk dan pola-pola alami, Pengalaman ruang perlu memasukan unsur visual alam pada setiap sudut pandang. Siklus kehidupan kota yang terbiasa dengan tata letak fungsi ruang rumah di kota perlu dihilangkan dengan sebuah penataan tata ruang dengan fungsi mengedepankan hubungan interaksi sensory antar ruang dalam dan ruang luar lansekap .


Hal ini dilakukan untuk membuat sosok wisatawan dalam kondisi siap untuk menerima disain penataan lansekap hotel resort dan dapat menikmati secara optimal dan untuk itu kepekaan kualitas ruang lansekap alami mutlak dimiliki oleh seorang perancang arsitek lansekap untuk dapat mengolah ruang dengan imajinasi kreatif tidak terbatas dan tentu kerjasama kreatif dengan Arsitek Bangunan dan Arsitek interior.


 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 20.37 | Permalink |


0 Comments: