Rabu, Desember 03, 2008
Keuntungan dapat diraih….Malang dapat di netralisir….
S
ering klien bertanya kepada saya,apa yang akan dia dapatkan jika menggunakan jasa seorang arsitek lansekap dan bagaimana  arsitek lansekap dapat lakukan pada sebuah tapak? Ada untungkah?Dan apakah jasa layanan tersebut merupakan 'Bonus' ?

Masih banyak masyarakat di Indonesia belum terbiasa menggunakan jasa seorang konsultan arsitek lansekap yang memiliki keahlian dan kemampuan dalam menangani disain ruang luar lahan kediamannya ataupun untuk disain ruang luar pada peruntukan-peruntukan fungsi komersial,publik atau fungsi-fungsi lainnya, sehingga kadang tarif jasa layanan seorang arsitek lansekap masih merupakan sebuah 'barang langka' dan paradigma seorang arsitek lansekap sekedar seorang penata taman sekaligus pelaksana konstruksi taman masih melekat erat dalam persepsi masyarakat, memang persepsi itu ada benarnya juga karena seorang arsitek lansekap (Landscape Architect) adalah seorang perancang ruang luar yang termasuk salah satu bagiannya adalah komposisi taman ( garden designer).

Akan tetapi,



jauh daripada itu peran seorang arsitek lansekap melampaui batas paradigma tersebut, keahlian seorang arsitek lansekap dapat terkait dengan pembangunan-pembangunan ruang luar, terlebih kini dengan gencar pentingnya aspek lingkungan pada setiap pembangunan maka peran arsitek lansekap menjadi penting dalam setiap proses perencanaan sebuah kawasan.

Secara umum ruang lingkup Peran Arsitek Lansekap adalah sbb:
(sumber : International Federation Of Landscape Architecture)

  1. Landscape / Enviromental assements
  2. Landscape Planning ( Master Planning, Site Planning, Urban Design, Tourism Planning, Environmental planning, Ecological Planning)
  3. Landscape Design
Berkenaan paradigma beda ruang lingkup kerja seorang Arsitek lansekap (Landscape Architect) dengan penata taman (Garden Designer) Dari situs www.gardenvisit.com/landscape_architecture dikatakan bahwa;

Landscape architects share with garden designers a concern for the planning and design of outdoor space. Like vets and doctors they have similar knowledge and similar skills. The key difference is that landscape architects normally work for public clients (business and governmental) while garden designers tend to work for homeowners. The range of work undertaken by landscape architects extends from detailed design to the broad scale landscape planning.

It includes:
• Urban design and urbanisation
• Landscape architecture for public parks,greenways and cycling
• Landscape planning for mineral extraction
• Landscape planning for foresty
• Landscape planning for transport
• Landscape planning for water storage
• Landscape planning for river reclamation
• Landscape planning for new towns and green towns



Kesalahan persepsi mengenai peran seorang arsitek lansekap dalam pembangunan sebuah ruang lansekap berimbas pada penentuan harga sebuah disain sering acapkali tarif jasa disain keahlian dan kemampuan seorang arsitek lansekap pada sebuah proyek tidak mendapatkan hak semestinya bahkan kadang di gabungkan dengan jasa pelaksana hal ini menjadi baku karena kesalahan akan interprestasi akan pernyataan ”design n built ’ atau rancang bangun.
Yang kadang diartikan bahwa bahwa seorang perancang lansekap sekaligus merupakan pelaksana proyek, maka hasil disain hanyalah merupakan sebuah ’bonus’ dari pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Seperti contoh kecil pada sebuah proposal penawaran Rencana Anggaran Biaya (RAB) biaya pelaksanaan sebuah proyek lansekap hanya dicantumkan jasa pelaksanan yang berkisar 8 %- 10% sedangkan jasa disain tidak menjadi salah satu faktor yang dimasukan dalam penawaran tersebut.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Padahal dalam pekerjaan penataan Taman rumah (Garden Design) yang merupakan bagian dari pekarangan ,seorang arsitek lansekap akan melakukan langkah-langkah yang terperinci dan berkesinambungan,hal ini dilakukan untuk berhasilnya sebuah proses perencanaan ruang lansekap pekarangan tersebut.

Langkah-langkah tersebut adalah:
  1. Meng-intreprestasikan keinginan dan kebutuhan klien akan ruang luar di pekarangan rumahnya
  2. Meng-koleksi dan meng kompilasikan data yang berhubungan dan terkait erat bagi proses perencanaan (planning) dan perancangan (Design) ruang luar
  3. Membangun sebuah konsep disain ruang luar
  4. Mengajukan proposal berisikan sketsa-sketsa illustrative dan mempresentasikan kehadapan klien
  5. Melakukan perkiraan besarnya dana dan biaya yang akan dikeluarkan
  6. Membuat Rencana Pembangunan ruang lansekap(Landscape Development Plan / LDP ) dan kemungkinan haruslah mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah atau instansi yang terkait
  7. Memberikan gambar kerja dan teknik konstruksi berikut spesifikasi bahan dan material alami
  8. Membuat Bill of quantities ( BQ) 
  9. Jika proyek itu akan ditenderkan kepada kontraktor pelaksana maka,seorang arsitek wajib membuat dokumen tender dan manajemen kontrak pelaksanaan
  10. Melakukan inspeksi tapak selama pe implementasian disain ke pelaksanaan serta melakukan kontrol daripada material maupun penerapan bentuk disain.

Ke 10 langkah tersebut haruslah dilakukan secara terurut dan menjadi langkah yang strategis untuk mencapai sasaran dari disain yang akan menghasilkan :

  1. Keindahan estetika
  2. Ke-efektifan biaya pembangunan
  3. Ruang dapat berfungsi ecara ideal
  4. Tercipta alur aksebilitas ruang yang dinamis
  5. Tapak akan produktif 
  6. Keamanan bagi pemakai
  7. Pelestarian nilai-nilai budaya
  8. Lingkungan yang berkelanjutan (sustainable)

Untuk dapat mencapai suatu hasil
ruang luar yang harmonis dan selaras dengan lingkungan sekitar maka proses perencanaan ruang luar mutlak menjadi tugas dari seorang arsitek lansekap yang mengerti dan memahami kondisi ruang luar sebuah tapak dan bertanggungjawab akan hasil sebuah perencanaan.

Sudah seharusnyalah jasa disain/perencanaan ruang lansekap menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan sebuah tapak dan mendapatkan tarif sesuai dengan pelayanan keahlian yang di berikan.


 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 01.11 | Permalink |


0 Comments: