Selasa, Mei 04, 2010
Sayembara pemicu sejarah
G
encar-gencarnya diadakan sayembara perencanaan lansekap pada setiap proyek pembangunan pada saat sekarang ini, seakan menciptakan euphoria bagi kalangan para perencana arsitek lansekap untuk berlomba-lomba ikut berpartisipasi dengan mengikuti sayembara yang diadakan tersebut.

Berbagai alasan menjadi dasar keikut-sertaan para perencana ini, ada yang berdasarkan kenangan akan masa kuliah dimana nantinya pada saat proses perencanaan sayembara akan mengingatkan kembali kegiatan-kegiatan yang dilakukan sewaktu masih menjadi mahasiswa dulu.Melakukan survey dan diskusi semalam suntuk mengompilasi data begadang sampai pagi memelototi konsep perencanaan merupakan kegiatan yang dirindukan antar sesama peserta sayembara.

Ada juga yang merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk mengekspresikan diri dalam disiplin ilmu arsitektur lansekap dengan tanpa adanya tekanan dari keinginan para owner maupun tekanan-tekanan kepentingan profit, kebebasan dalam mengekplorasi diri hanya berjalan seiring dengan idealisme ilmu arsitektur lansekap.

Atau hanya keinginan menjadikan sayembara ini menjadi jalan pembuka bagi pintu untuk terjun kedalam dunia praktisi sesungguhnya,sehingga sudah terbayang di kepala untuk menggunakan atau menghabiskan uang hasil pemenang dan membayangkan dirinya akan diliput oleh suratkabar lokal ataupun media informasi lain sebagai pemenang dan tentunya dapat kesempatan untuk bersalaman dengan pejabat menteri atau pejabat gubernur.



Berbagai alasan tersebut akan tidak fair bila disandingkan dengan kepentingan penyelenggaraan sayembara-sayembara tersebut, berbagai sayembara yang diadakan secara terbuka pada era reformasi ini bisa jadi jadi hanya sekedar menjadi syarat administrasi bagi berlangsungnya sebuah proyek pembangunan pembangunan proyek yang menggunakan anggaran pendapatan daerah ataupun pusat, sehingga perlu diadakan sosialisasi ke masyarakat dengan mengadakan sebuah sayembara. Sehingga aroma KKN sungguh terasa melingkupi suasana kompetisi dalam penyelenggaraan sebuah produk sayembara. Kecurigaan akan calon pemenang sayembara yang sudah tersimpan erat pada saku pemilik proyek sayembara ,kecurigaan sayembara hanya sebagai alat untuk menjaring berbagai konsep inovasi daripada membayar mahal fee konsultan dan sangat disayangkan sebuah produk sayembara malah disisipi dengan kepentingan bagi organisasi profesi untuk mengiring para anggotanya segera mempunyai SKA (sertfikat keahlian anggota) yang selama ini hal tersebut sangat susah untuk dilakukan.

Atmosfir kondisi penyelenggaraan sebuah sayembara akan menjadi terpolusi dan akan menghilangkan ensensi dari arti penting diselenggarakannya sebuah produk sayembara, dan yang akan tercipta kekosongan meja pendaftaran dari ke ikutsertaan peserta karena keengganan para peminat lomba mendaftarkan diri.

Jauh dari semua itu ,penyelenggaraan sebuah sayembara jika dilakukan dengan baik dan benar sesungguhnya memegang peranan penting dalam sebuah kemajuan peradaban manusia, hal ini bisa dilihat daripada sejarah-sejarah penyelenggara sayembara didunia maupun lokal.

Seperti halnya Frederich Law Olmsted menjadikan momentum kemenangannya akan sayembara perencanaan taman central park di Newyork sebagai landasan terciptakan ilmu baru Arsitektur Lansekap ,Sayembara monumen Nasional yang diadakan pada era pemerintahan Ir.Soekarno menjadikan tugu Monumen Nasional menjadi Simbol Persatuan Bangsa dan sayembara lapangan renang internasional di beijing-china menciptakan bentuk arsitektur the cube yang memicu teknologi baru material konstruksinya.

Tidak diduga sebuah hasil sayembara tidak hanya melahirkan seorang pemenang akan tetapi juga sebuah produk sayembara dapat memberikan kontribusi besar dalam perjalanan sejarah pembangunan peradaban manusia.Kebijakan publik yang baru akan tercipta dan akan mewarnai terciptanya undang-undang dan peraturan pemerintah sebuah negara, kemajuan teknologi dan pengetahuan sumber daya manusia sebagai pelaksana dari proyek sayembara akan lebih maju dan terciptanya lapangan kerja yang dapat menyerap tenaga kerja pasif.

Dalam bidang ilmu arsitektur lansekap sebuah hasil sebuah sayembara akan menjadi bermakna tidak hanya dapat memberikan lapangan kerja bagi para pekerja akan tetapi sebuah sayembara merupakan tolak ukur kwalitas kemajuan ilmu arsitektur lansekap di Indonesia sehingga pada saatnya nanti ilmu arsitek lansekap selain dapat memberikan pengaruh dalam kebijakan publik akan dapat juga melahirkan disiplin-disiplin ilmu baru turunan dari ilmu arsitektur lansekap yang sesuai dan berjalan seiring pararel dengan pembangunan bangsa.

Untuk mencapai kondisi itulah maka penyelenggaraan sebuah sayembara harus lepas dari kepentingan-kepentingan sesaat para penyelenggaranya seperti kepentingan keengganan untuk menyewa biro konsultan arsitektur lansekap karena mahalnya atau hanya sekedar menjadi ajang sosialisasi sebuah proyek pemerintah supaya tidak terkena jaring KPK.

Sebuah produk penyelenggaraan sayembara haruslah menjadi wadah kawah candradimuka bagi tempat berlaganya kecerdasan para peserta dalam melahirkan konsep-konsep inovasi kreatif,untuk itu sangat penting keberadaan para juri yang kompeten pada bidangnya dan batasan TOR sayembara yang dapat memicu andrenalin para peserta lomba.Hal ini akan terasa bermakna daripada suasana ceremonial yang di penuhi dengan tepuk tangan para pengunjung acara pada saat malam anugerah pemenang, surat piagam penghargaan serta salaman dengan pejabat penting.

Tabikā€¦!



 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 23.49 | Permalink |


0 Comments: