Senin, Juni 08, 2009
10 Langkah menata tujuan SMART
“The successful man is the average man, focused.” - Unknown
D
apat mengatur secara efektif sebuah tujuan agar dapat menjadi pedoman bagi tim perencana arsitek lansekap ataupun organisasi manajemen pelaksana pekerjaan lansekap agar dapat bertindak. Hal ini merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin yang benar. Salah dalam meformulasikan tujuan maka akan memberikan arah tujuan yang salah bagi jalannya roda sebuah organisasi atau gagalnya sebuah proses perencanaan lansekap.

10 langkah ini merupakan adaptasi dari “ National Primary and care trust”
Merupakan langkah yang baik untuk di teladani.

SATU.
Jelaskan dan mengerti tentang perbedaan SASARAN dan TUJUAN, TARGET dan HASIL sebelum memulai. Tujuan dan Target berhubungan dengan KEINGINAN sedangkan sasaran berhubungan dengan RENCANA STRATEGIS. Siapkan beberapa sasaran yang kalian perlukan untuk sukses.

DUA.
SMART merupakan akronim kata yang terdiri dari Spesifik, Measureable,Achievable,Realistic dan Timely


TIGA.
Jangan berusaha untuk membuat pedoman dengan merubah susunan seperti MA/RST


EMPAT.
Dapat diukur atau Measurable merupakan sebuah kondisi yang penting, Kalian akan mengetahui apakah sudah tercapai sasarannya.karena ini merupakan sebuah bukti nyata kemajuan dan kesuksesan Dan orang lainpun juga akan mengetahuinya.


LIMA
Pengertian Achivable terkait erat dengan kata measurable,

Kadang-kadang tidak ada titik awal start pada saat memulai pekerjaan yang kalian tahu tidak akan terselesaikan.

Bagaimana supaya dapat sebuah tujuan dan sasaran sesuai dengan daya dukung?
- Tujuan dan sasaran dapat diukur

- Angota tim dapat segera mungkin menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar( hal itu
dilakukan sebelum terselesainya tugas pemimpin atau yang lainnya)

- Jika secara teori hal tersebut mungkin

- Mempunyai sumber daya dukung atau paling tidak dapat melakukan perubahan atau
improvisasi ketersediaan daya dukung.

- Kalian dapat memprediksi keterbatasan


ENAM.
jika hal itu dapat dicapai belum tentu itu realistis,akan tetapi jika itu tidak realistis hal tersebut tidak akan tercapai.


Kalian harus mengetahui:

- Siapa yang akan melakukannya?

- Apakah mereka mempunyai kemampuan dan keahlian untuk hal terebut?

- Darimana datangnya sumber dana ?

- Siapa yang akan membawa tanggung-jawab tersebut.


Realistis adalah mengenai faktor daya dukung manusia/waktu/dana/peluang.

TUJUH
Alasan utama sasaran bisa tercapai (achievable) tetapi tidak realistis ini tergantung kepada tingkat prioritas utama, kadang sesuatu hal perlu dilakukan terlebih dahulu (diutamakan) sebelum mencapai kesuksesan.Jika terjadi demikian, cobalah menyiapkan 2 (dua) atau lebih prioritas sasaran


DELAPAN
Kesuksesan bersembunyi didalam detil spesifik.kalian akan mengetahui sasaran sudah spesifik atau tidaknya jika:


- Setiap orang yang terkait mengerti secara jelas peranannya masing-masing.

- Setiap orang yang terkait dapat memahami dan mengerti secara jelas ruang lingkup
kerjanya (job desk)

- Tujuan harus bebas dari jargon-jargon basi yang menjemukan

- Kalian dapat mendefinisikan semua pedoman yang menjadi petunjuk /guidelines

- Pergunakan bahasa optimis yang dapat menimbulkan aspirasi dan motivasi


SEMBILAN.
Batas waktu mengatur ketepatan jadwal batas akhir,dan kalian harus dapat menjadi bagian dari itu. Jika tidak maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan terwujud.akan tetapi penetapan jadwal batas akhir hendaklah realistis,Atau Program akan terhenti karena tidak sesuai dengan kapasitas pendukung.


T haruslah merupakn M,dan R,dan S tanpa keterkaitan ini semua sasaran tidak akan menjadi suatu prioritas utama

SEPULUH.
Ini harga dari upaya yang telah dilakukan ! Kamu tahu bahwa kamu akan dapat menyelesaikan tugas secara baik dan begitupun yang lain



 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 18.19 | Permalink |


0 Comments: