Jumat, Februari 13, 2009
Digital Graphis ? Orangtua pun BISA..!!


J
Judul tersebut bukanlah kelakar atau guyonan biasa tapi itulah fakta, banyak kampanye iklan produk hi-tech berbunyi “anak kecilpun bisa” ,untuk menandakan bahwa produk yang di ‘launching’ sedemikian mudah dan gampang cara peng-operasiannya sampai dengan kemampuan dan keahlian seorang anak kecil pun bisa untuk menggunakannya.

Inilah yang terjadi dimana-mana banyak anak muda yang menenteng laptop yang sudah menjadi gaya hidup mereka ,asik nongkrong di café sambil mengutak-ngatik keyboard dan sebagian lagi asyik memainkan black-berry-nya ,
Demikian pula pada bidang arsitektur lansekap dimana kemajuan teknologi digital graphis sudahlah mutlak untuk di kuasai dan di gunakan dalam setiap perencanaan maupun perancangan lansekap, setiap biro arsitek sudah jamak terlihat seprangkat komputer di ruangan studionya daripada sebuah meja gambar ukuran Ao yang dahulu merupakan syarat utama dan bagian utama yang dominan bagi sebuah biro konsultan atau kontraktor lansekap.

Akan tetapi produk digital graphis akan menjadi kendala bagi kaum berumur, dikarenakan kesulitan dalam pengoperasiannya ? atau  sebagian malah sudah keburu jatuh cinta dengan cara manual berkutat didepan meja gambar mutoh atau max yang dimilikinya?. Sungguh ironis jika di bandingkan dengan keseharian kita dimana para petani dianjurkan untuk menggunakan teknoolgi dalam meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya,para pengrajin kreatif juga di anjurkan memanfaatkan teknologi untuk dapat berkompetisi dengan pasar global .mengapa kita tidak?



Apakah gejala ini disebabkan karena rumitnya pengoperasian alat komputer atau hanya merupakan alasan kemalasan diri untuk belajar dan memulai yang baru atau mungkin anak kecil sekarang lebih bergizi dan lebih pintar?
Semua itu merupakan alasan yang mengada-ada saja..!

Padahal selama kita mampu membeli peralatan komputer baik itu berbentuk Home computer PC maupun mobile computer(laptop) maupun produk hi-tech dipastikan semua orang akan mampu mengoperasikannya, karena kemajuan teknologi ini sengaja diciptakan untuk memudahkan pekerjaan graphis daripada melakukannya dengan manual.

Penyebab
Ada 3 sebab kendala dalam memahami penggunaan produk hi-tech:

Pertama, karena yang mengajarkan pengetahuan komputer kadang masih belum ahli dan trampil dalam penggunaan komputer sehingga pada saat transfer alih teknologi itu dilakukan,sipenerima malahan jadi tambah bingung dan tambah ruwet dan malah (maaf) terlihat bodoh

Kedua,Disebabkan Manusia yang seharusnya berperan sebagai perangkat keras (hardware) telah berhasil memberi perintah kedalam pikiran alam bawah sadarnya bahwa yang namanya komputer itu sulit dan ruwet disertai dengan berbagai alasan sudah telat karena telah berumur,sudah seakan tidak memerlukan lagi kemajuan teknologi dan merasa nyaman dengan cara yang biasanya.sehingga otak tidak akan mampu dan enggan menimbulkan hasrat untuk belajar memahami dan mengerti

Ketiga, Apa karena buku manual masih sering tertulis dalam edisi bahasa inggris ? Banyak buku yang beredar di toko-toko besar mengenai pembelajaran komputer ataupun perangkat software graphis yang ada ditubuh komputer, yang sebenarnya hanyalah merupakan terjemahan dari manual book dari software yang beredar.hanya karena di indonesia lebih banyak beredar software bajakan sehingga setiap pembelian software graphis tidak disertai buku panduannya, akibatnya pada saat mau mengoperasikan software tersebut kita mendadak menjadi ‘buta’ hal ini pun terjadi pada setiap pembelian alat elektronik lainnya, dimana manual book sering tidak menjadi acuan bagi cara mengoperasikan sebuah alat, lebih sering bertanya atau sekedar mencoba utak atik sekedarnya.

Hasrat perubahan
Ada sebuah buku ‘secret’ yang mengajarkan tentang teori “hukum tarik menarik” , jika kita berpikir sesuatu itu rumit maka akan datanglah kerumitan menghampiri, seperti juga proses disain atau perencanaan yang mirip seperti ruang petualangan, kita akan menemukan hal baru dan menarik jika kita berani untuk melangkah menelusurinya, kadang kita akan tersesat , itu perlu untuk kita kembali menemukan jalan yang benar. jika pada akhirnya kita berhasil menemukan suatu bentuk ruang yang baru atau mencapai’goal’ yang diinginkan, maka peristiwa ini akan membuat kita menjadi puas dan merasakan nyaman , ‘eureka’ terciptalah ledakan reaksi endophin yang merangsang otak sehingga menimbulkan perasaan bahagia.

Sudah saatnya kemajuan teknologi menjadi bagian dari sebuah pekerjaan perencanaan maupun perancangan arsitektur lansekap bagi bagi setiap arsitek lansekap muda,madya dan utama ,sehingga berpeluang untuk dapat berkompetisi di pasar global
Dan tidak ada sulit untuk memahami dan mengerti tentang seluk beluk penggunaan digital graphis asal kita mau.

‘I hear and I forget.
I see and I remember.
I do and I understand.’

(confucius)


 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 07.59 | Permalink |


0 Comments: