Rabu, Januari 21, 2009
Work green ,grey heart
M
asih ada beberapa arsitek lansekap berpikir bahwa dengan melakukan proses disain tata letak tanaman,disain pembentukan muka tanah,perkerasan,irigasi dan cahaya sudah cukup merupakan bagian partisipasi seorang arsitek lansekap dalam peningkatan kualitas lingkungan.

Paradigma cara berpikir ini yang kadang akan membawa peran seorang arsitek tidak akan bertindak sebagai ‘stewardship’ bagi perbaikan mutu kualitas suatu lingkungan malah kadang akan menjerat diri sebagai 'manipulator' dari suatu sistim kehidupan alami lingkungan dan akibatnya slogan ‘work green,grey heart’ akan menjadi identitas baru bagi seorang arsitek lansekap Indonesia.

Perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan bagi suatu komunitas perlu inovasi-inovasi kreatif dan strategis dan aspek ini memerlukan pemikiran kreatif serta komitmen seorang arsitek lansekap.Peningkatan peran serta tersebut dapat tercapai jika seorang arsitek lansekap dapat menemukan teknologi-teknologi tepat guna yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan lingkungan dalam sistem kehidupan alami .


seperti contoh dalam majemen pengolahan buangan air hujan dalam satu kawasan pemukiman seorang arsitek lansekap dapat berperan dengan menemukan sistem alami yang dapat hidup dan tumbuh dalam sebuah ekosistem lingkungan,dengan menemukan dan menciptakan sebuah sistem pembuangan alami air hujan tanpa terpaku pada konsep drainase biasa yang berpedoman sekedar pada prinsip ‘membawa air kedalam pipa pembuangan.’

Konsep panen air hujan memerlukan disain teknologi ekosistem yang tepat guna untuk tidak hanya sekedar membawa air hujan ketempat pembuangan jaringan sistem drainase kota. Suatu konsep yang dapat hidup tumbuh sejalan dengan kehidupan ekosistem suatu lingkungan haruslah dapat menjadi tanggung jawab intelektual seorang arsitek lansekap.
Konsep disain daerah resapan air dengan menggunakan material perkerasan perlu mendapatkan sentuhan kreatif seorang perancang lansekap sehingga penggunaan material daur ulang serta konsep taman penangkap air hujan dapat menjadi solusi bagi suatu lingkungan secara fungsi maupun estetika lansekap.

Untuk dapat menjadi ‘agen perubahan’ bagi suatu kawasan yang mengalami permasalahan lingkungan seorang arsitek lansekap ddapat juga menciptakan bentuk-bentuk inovasi material ‘green roof ’atau ‘green wall’ yang sampai hari ini masih harus di datangkan dari luar negeri, sehingga kadang menimbulkan permasalahan biaya pembuatannya.

Kemampuan kreatifitas seorang arsitek lansekap dalam penciptaan tidak hanya sekedar berhenti pada ranah konsep saja, jauh lebih dalam lagi seorang arsitek lansekap haruslah dapat menemukan dan menciptakan sebuah gubahan ruang berkualitas dengan metoda,teknik dan teknologi lingkungan yang tepat guna,dan peran serta seorang arsitek lansekap tidak hanya terhenti pada pelestarian lingkungan tetapi dapat juga mempromosikan kehidupan dengan kualitas lingkungan yang baik di dalam kehidupan kota sehingga slogan ‘work green,grey heart’ akan juga berubah menjadi ‘work green,rainbow heart’

Bukankah itu patut dijadikan impian...?




 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 08.44 | Permalink |


0 Comments: